Teman Baik Bangun Dua Sumur Bor untuk Hadirkan Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Teman Baik terus berupaya membantu masyarakat penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun dua titik sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

 

Pembangunan fasilitas air bersih tersebut dilakukan di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja, dua wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dan mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas air bersih.

 

Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan beberapa sumber air warga tidak dapat digunakan secara optimal. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan mandi.

 

Melihat kondisi tersebut, Teman Baik menghadirkan pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali akses air bersih yang layak.

Selain pembangunan sumur bor, Teman Baik juga menyalurkan bantuan hygiene kit kepada warga. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan diri serta lingkungan, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

 

Kehadiran fasilitas air bersih ini juga menjadi sangat penting bagi masyarakat yang sedang menjalani ibadah di bulan Ramadan. Dengan tersedianya air bersih, warga dapat lebih mudah menjaga kebersihan diri serta melaksanakan ibadah seperti berwudu dan kegiatan ibadah lainnya dengan lebih nyaman.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya setelah terjadinya bencana.

 

“Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kesehatan masyarakat. Setelah bencana terjadi, akses terhadap air bersih sering kali menjadi salah satu tantangan yang dihadapi warga. Melalui pembangunan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses air bersih yang aman sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih baik,” ujar Pungky.

Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas air bersih tersebut juga sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat menjalani ibadah di bulan Ramadan.

 

“Kami berharap sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air bersih ini juga dapat membantu warga menjaga kebersihan dan menjalankan ibadah dengan lebih tenang selama Ramadan,” tambahnya.

 

Kehadiran fasilitas air bersih tersebut disambut baik oleh masyarakat. Salah satu warga Desa Benua Raja, Khusnul, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

 

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Teman Baik dan para donatur. Setelah banjir kemarin kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk keluarga kami menjadi jauh lebih mudah dan kami juga bisa menggunakan air bersih untuk berwudu serta menjalankan ibadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.

 

Melalui pembangunan fasilitas air bersih ini, Teman Baik berharap masyarakat di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat, nyaman, serta memiliki akses air bersih yang memadai.

Teman Baik Salurkan Hidangan Berbuka Puasa dan Mushaf Al-Qur’an bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, relawan Teman Baik menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

 

Penyaluran bantuan dilakukan pada 5 Maret 2025 di Kota Lintang Bawah dan Kota Lintang Atas, Aceh Tamiang. Bantuan yang diberikan berupa hidangan berbuka puasa, susu untuk anak-anak, serta mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra untuk mendukung kegiatan ibadah dan belajar mengaji selama Ramadan.

 

Program ini dihadirkan untuk membantu masyarakat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang meskipun mereka masih berada dalam masa pemulihan setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut sebelumnya.

 

Menjelang waktu berbuka puasa, para relawan Teman Baik hadir langsung membagikan hidangan berbuka kepada warga yang telah berkumpul menunggu azan Magrib. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika warga dan relawan saling berbincang sambil menanti waktu berbuka.

 

Selain hidangan berbuka, anak-anak juga menerima susu untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka. Teman Baik juga menyalurkan mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra bagi anak-anak serta warga yang ingin kembali belajar membaca Al-Qur’an, terutama selama bulan Ramadan.

 

Bantuan mushaf Al-Qur’an ini menjadi sangat berarti bagi masyarakat, mengingat saat banjir melanda sebelumnya banyak mushaf Al-Qur’an milik warga yang rusak bahkan hanyut terbawa arus banjir.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih baik.

 

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan. Hidangan berbuka puasa kami bagikan agar warga dapat berbuka dengan lebih nyaman, susu diberikan untuk membantu kebutuhan gizi anak-anak, dan mushaf Al-Qur’an kami salurkan agar masyarakat dapat kembali membaca dan belajar Al-Qur’an selama Ramadan,” ujarnya.

 

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menghadirkan kembali semangat kebersamaan di tengah warga.

Salah satu warga penerima manfaat, Siti Rahmah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Teman Baik dan para donatur.

 

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Terima kasih kepada Teman Baik dan para donatur yang sudah berbagi dengan kami. Hidangan berbuka sangat membantu kami, anak-anak juga senang mendapatkan susu, dan mushaf Al-Qur’an ini bisa kami gunakan kembali untuk mengaji selama Ramadan,” ungkapnya.

 

Melalui berbagai program kemanusiaan ini, Teman Baik berharap dapat terus mendampingi masyarakat Aceh Tamiang dalam proses pemulihan pascabencana, sekaligus menghadirkan kebersamaan dan harapan bagi warga yang terdampak saat di bulan ramadhan

Teman Baik Gelar Buka Puasa dan Sahur Bersama Warga Penyintas Banjir di Desa Baling Karang, Aceh Tamiang

Ramadan selalu menjadi momen untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat saling berbagi. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan setelah bencana, kebersamaan di bulan suci menjadi penguat harapan untuk kembali bangkit.

 

Dalam semangat tersebut, Teman Baik menghadirkan kegiatan buka puasa dan sahur bersama bagi warga penyintas banjir di Desa Baling Karang, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Februari hingga 1 Maret 2025 sebagai bagian dari program dukungan psikososial tahap kedua bagi masyarakat terdampak banjir.

Program ini tidak hanya menghadirkan kebersamaan Ramadan, tetapi juga menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak dan warga yang sebelumnya mengalami situasi sulit akibat bencana. Dalam pelaksanaannya, Teman Baik berkolaborasi bersama Taman Zakat dan Komunitas Ruang Baca untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

 

Menjelang waktu berbuka puasa, anak-anak mulai berkumpul mengikuti berbagai aktivitas yang dipandu para relawan. Mereka diajak bermain bersama, belajar, mewarnai, serta mendengarkan dongeng inspiratif.

 

 

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap kegiatan, sementara para relawan berinteraksi langsung dengan warga dan keluarga yang hadir.

 

Ketika waktu berbuka tiba, warga dan relawan duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Momen kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah, pembagian perlengkapan ibadah, serta ditutup dengan sahur bersama masyarakat pada keesokan harinya.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan kembali rasa kebersamaan dan semangat bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan.

 

“Ramadan adalah waktu yang penuh makna untuk saling menguatkan. Kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan agar warga tetap dapat merasakan kehangatan Ramadan bersama, meskipun mereka sedang melalui masa pemulihan setelah bencana,” ujar Pungky.

 

Ia menambahkan bahwa kegiatan sederhana seperti berbuka puasa dan sahur bersama dapat menjadi ruang bagi warga untuk kembali berkumpul, berbagi cerita, dan membangun kembali semangat setelah masa sulit yang mereka alami.

 

Bagi masyarakat Desa Baling Karang, kehadiran kegiatan tersebut membawa kebahagiaan tersendiri.

 

Salah satu warga, Rahmat, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para relawan yang telah hadir berbagi kebersamaan dengan warga.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Teman Baik dan para relawan yang sudah datang ke desa kami. Kehadiran kegiatan ini membuat kami bisa merasakan kembali suasana Ramadan yang hangat bersama warga,” ujarnya.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Teman Baik untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui dukungan sosial yang menghadirkan kembali semangat, kebersamaan, dan harapan bagi warga untuk bangkit setelah bencana.

Di Tengah Pemulihan Pascabanjir, Teman Baik Hadirkan Program Ruang Baca bagi Anak-Anak Aceh Tamiang

Teman Baik menghadirkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Program ini dilaksanakan pada 10–11 Februari 2025 di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja dengan melibatkan relawan serta kolaborasi bersama Komunitas Ruang Baca.

 

Kegiatan ini difokuskan untuk membantu anak-anak yang terdampak banjir agar dapat kembali merasakan rasa aman, nyaman, dan bahagia. Bagi banyak anak, pengalaman menghadapi banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan lingkungan, tetapi juga meninggalkan rasa takut dan kecemasan.

Melalui layanan psikososial ini, Teman Baik menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bermain, belajar, serta mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang menyenangkan.

 

Sejak pagi hari, puluhan anak tampak berkumpul dengan penuh rasa ingin tahu di lokasi kegiatan. Relawan Teman Baik mengajak mereka mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, belajar bersama, mewarnai, hingga mendengarkan dongeng inspiratif yang dibawakan oleh relawan.

 

 

Program ini dirancang untuk membantu anak-anak menyalurkan emosi mereka sekaligus mengurangi tekanan psikologis yang mungkin masih dirasakan setelah banjir melanda wilayah mereka beberapa waktu lalu.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menjelaskan bahwa dukungan psikososial menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascabencana, terutama bagi anak-anak yang termasuk kelompok rentan.

 

Menurutnya, pemulihan psikologis sering kali luput dari perhatian, padahal dampaknya dapat memengaruhi perkembangan anak dalam jangka panjang.

 

“Ketika bencana terjadi, yang sering terlihat adalah kerusakan rumah, jalan, atau fasilitas umum. Namun sebenarnya ada dampak lain yang tidak kalah penting, yaitu kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak,” ujar Pungky saat ditemui di sela kegiatan.

 

Selain membantu anak-anak, kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi para relawan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang menjalani masa pemulihan.

Kehadiran relawan Teman Baik juga disambut hangat oleh para orang tua. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi tanda bahwa masih ada banyak pihak yang peduli terhadap kondisi masyarakat setelah bencana.

 

Salah satu warga Desa Sungai Liput, Nuraini, mengaku sangat bersyukur anaknya dapat mengikuti kegiatan tersebut.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada relawan yang sudah datang jauh-jauh untuk menghibur anak-anak kami. Kehadiran Teman Baik memberi semangat baru bagi kami semua,” tambah Nuraini.

 

Melalui program dukungan psikososial ini, Teman Baik berharap anak-anak di Aceh Tamiang dapat kembali menjalani masa tumbuh kembang mereka dengan penuh semangat, tanpa dibayangi ketakutan akibat bencana yang pernah mereka alami.

 

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Teman Baik untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui dukungan pemulihan mental dan sosial bagi anak-anak.

Teman Baik Salurkan 50 Kasur Lipat dan Bantal Untuk Kelayakan Istirahat Para Penyintas di Aceh Tamiang

Kondisi pengungsian pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang masih menyisakan berbagai keterbatasan, terutama terkait kelayakan tempat istirahat bagi warga terdampak. Sejak bencana terjadi, banyak penyintas terpaksa tidur beralaskan tikar tipis bahkan lantai posko, yang berpotensi berdampak pada kesehatan dan memperlambat proses pemulihan fisik maupun psikologis.

 

Menjawab kebutuhan tersebut, Teman Baik menyalurkan sebanyak 50 paket bantuan kasur tidur lipat dan bantal kepada warga penyintas banjir di Posko Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (7/1/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar penyintas selama masa pengungsian.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa bantuan ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas istirahat warga, yang menjadi aspek penting dalam proses pemulihan pascabencana.

 

“Kondisi pengungsian membuat banyak warga kesulitan mendapatkan tempat tidur yang layak. Melalui bantuan kasur lipat dan bantal ini, kami berharap para penyintas dapat beristirahat dengan lebih nyaman sehingga kondisi fisik dan mental mereka tetap terjaga selama masa pemulihan,” ujar Muhammad Pungky.

 

Kasur lipat dan bantal tersebut disalurkan langsung oleh relawan Teman Baik di lokasi pengungsian. Penyaluran berlangsung tertib dan disambut antusias oleh warga yang sejak pagi telah menunggu bantuan tersebut.

 

Salah satu penerima manfaat, Ibu Diana, warga Desa Sungai Liput, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

 

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selama di posko, kami tidur seadanya di lantai. Dengan adanya kasur dan bantal ini, kami bisa tidur lebih nyaman dan badan terasa lebih segar. Terima kasih kepada Teman Baik yang sudah peduli dengan kondisi kami,” tuturnya.

 

Melalui penyaluran bantuan ini, Teman Baik berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas banjir sekaligus mempercepat proses pemulihan mereka. Ke depan, Teman Baik akan terus melakukan asesmen kebutuhan di lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak.

 

Teman Baik mengajak masyarakat dan para donatur untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Dukungan yang berkelanjutan menjadi kekuatan penting bagi para penyintas agar dapat melewati masa sulit dan bangkit menuju kehidupan yang lebih layak.

Teman Baik Hadirkan Bantuan Alat Sekolah dan Mushaf Al-Quran Baru bagi Anak-Anak Pascabanjir Aceh Tamiang

Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah gedung sekolah masih dipenuhi lumpur, sementara fasilitas belajar mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan. Di sisi lain, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah akibat tersapu banjir, sehingga kegiatan belajar menjadi terhambat.

 

Di tengah keterbatasan tersebut, Teman Baik menghadirkan bantuan paket alat sekolah dan mushaf Al-Qur’an sebagai upaya mendukung pemulihan pendidikan sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak terdampak bencana.

Melalui Program Bantuan Paket Sekolah dan Mushaf Al-Qur’an, Teman Baik berupaya mengembalikan rutinitas belajar yang sempat terhenti selama lebih dari satu bulan akibat banjir. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan pengungsian.

 

Sebanyak lebih dari 100 paket alat sekolah disalurkan kepada siswa SDN Inpres Sungai Liput serta anak-anak yang berada di posko pengungsian Desa Sungai Liput. Paket bantuan tersebut berisi buku tulis, alat tulis, tas sekolah, serta paket gizi berupa sereal dan biskuit, dilengkapi dengan vitamin dan suplemen anak untuk mendukung kesehatan mereka selama masa pemulihan.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai respons atas kondisi para siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah dan terhentinya proses belajar akibat bencana.


“Sebagian besar perlengkapan sekolah anak-anak hanyut terbawa banjir, sementara kegiatan belajar mereka terhenti cukup lama. Melalui bantuan ini, kami ingin membantu mereka kembali bersekolah dengan semangat baru sekaligus menjaga kesehatan mereka di tengah kondisi pascabencana yang penuh lumpur dan debu,” ujar Pungky.

Dampak positif dari program ini mulai terlihat seiring dimulainya kembali pembelajaran di sekolah darurat. Antusiasme siswa meningkat dan semangat belajar perlahan kembali tumbuh, meski masih dalam keterbatasan fasilitas.

 

Syapinah, salah satu guru di SDN Inpres Sungai Liput, menyampaikan bahwa bantuan dari Teman Baik memberikan energi positif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Anak-anak sangat senang. Bukan hanya mendapatkan alat belajar yang baru, tetapi juga makanan bergizi yang membuat mereka lebih bersemangat untuk kembali datang ke sekolah dan belajar,” ungkapnya.

 

Salah satu orang tua murid, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Setelah banjir, kami benar-benar kesulitan membeli perlengkapan sekolah baru. Bantuan dari Teman Baik sangat membantu anak kami bisa kembali belajar. Terima kasih sudah peduli dengan pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.

 

Melalui program ini, Teman Baik menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam memastikan hak anak untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Dukungan dari para donatur dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan harapan serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Aceh Tamiang.

Teman Baik Salurkan 16.000 Liter Air Bersih dan Siap Minum Untuk 2 Posko Di Aceh Tamiang

Teman Baik menyalurkan bantuan air bersih dan air siap minum bagi masyarakat yang terdampak krisis air bersih di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Selama dua hari pelaksanaan, Teman Baik menyalurkan total 16.000 liter air bersih sebagai bentuk respons cepat terhadap keterbatasan akses air yang dialami warga pascabencana banjir.

 

Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026) di Posko Pertama Desa Sungai Liput dengan distribusi sebanyak 8.000 liter air bersih. Tahap kedua dilaksanakan pada Rabu (7/1/2026) di Posko Kedua Desa Sungai Liput dengan jumlah yang sama, yakni 8.000 liter air bersih.

Bantuan air bersih dikirim menggunakan mobil tangki dan didistribusikan secara langsung oleh dua relawan Teman Baik yang berkoordinasi dengan sopir tangki air di lokasi. Seluruh proses pendistribusian berjalan tertib, aman, dan lancar hingga diterima langsung oleh warga.

 

Kedatangan truk tangki air disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi hari, warga telah menyiapkan berbagai wadah untuk menampung air bersih yang sangat dibutuhkan. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengalami keterbatasan akses air bersih akibat terganggunya sumber air pascabencana banjir.

Salah satu warga Desa Sungai Liput, Ibu Nurmala, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.


“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan air bersih dari Teman Baik. Sebelumnya, kami hanya mengandalkan air sungai dan air hujan yang ditampung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa krisis air bersih menjadi salah satu persoalan paling mendesak yang dihadapi warga pascabencana.


“Keterbatasan akses air bersih berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Melalui penyaluran 16.000 liter air bersih ini, kami berupaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan, khususnya bagi kelompok rentan,” ujar Muhammad Pungky.

 

Ia menambahkan bahwa Teman Baik akan terus melakukan pendampingan dan asesmen lanjutan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

 

Dengan dukungan para donatur, relawan, serta berbagai pihak, Teman Baik berharap bantuan air bersih ini dapat membantu masyarakat Desa Sungai Liput kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, sehat, dan layak selama masa pemulihan pascabencana.

Jaga Kesehatan Penyintas Pascabanjir, Teman Baik Gelar Bantuan Layanan Medis di Desa Sungai Liput

Memasuki fase pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan layanan publik, khususnya layanan kesehatan, menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat terdampak. Lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, keterbatasan fasilitas medis dan obat-obatan, serta meningkatnya risiko penyakit pascabanjir membuat akses layanan kesehatan menjadi sangat mendesak.

Menjawab kondisi tersebut, Teman Baik berkolaborasi bersama Taman Zakat dan RS Mata Undaan menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga penyintas banjir. Layanan ini dilaksanakan selama enam hari, mulai 1 hingga 6 Januari 2026, dan berpusat di Posko Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Program layanan kesehatan ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan di tengah keterbatasan layanan medis pascabencana. Dalam pelaksanaannya, warga memperoleh berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan, vitamin, dan obat tetes mata sesuai keluhan yang dialami.

Bantuan medis tersebut difokuskan untuk menangani penyakit yang umum muncul pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, penyakit kulit, iritasi mata akibat paparan debu dan lumpur, serta penurunan daya tahan tubuh.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa layanan kesehatan menjadi kebutuhan utama warga dalam masa pemulihan pascabencana.

“Pascabanjir, banyak warga mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Melalui layanan kesehatan ini, termasuk pemberian vitamin dan obat tetes mata, kami berupaya membantu menjaga daya tahan tubuh warga serta mencegah risiko penyakit yang lebih serius,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu penyintas banjir, Ibu Diana, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran layanan kesehatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan di posko. Selain obat, kami juga mendapatkan vitamin dan obat tetes mata. Ini sangat membantu karena setelah banjir banyak warga mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.

Melalui program layanan kesehatan ini, Teman Baik berharap dapat membantu masyarakat menjaga kondisi kesehatan selama masa pemulihan sekaligus mengurangi risiko penyakit pascabencana yang berpotensi menghambat aktivitas warga. Kehadiran layanan medis di tingkat posko menjadi bagian penting dalam memastikan penyintas dapat kembali beraktivitas secara bertahap dengan kondisi yang lebih aman dan layak.

Dukungan di Masa Pemulihan Bencana, Teman Baik Salurkan Paket Sembako dan Dirikan Dapur Umum Untuk Penyintas Banjir di Aceh

Teman Baik menyalurkan bantuan paket sembako sekaligus mendirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini dihadirkan untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat pascabencana.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada 6 Januari 2026, sebagai bagian dari rangkaian respons kemanusiaan Teman Baik terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.

Paket sembako yang disalurkan untuk 40 KK meliputi beras, minyak goreng, air mineral, susu, sarden, kornet, serta perlengkapan kebersihan (hygiene kit). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari selama masa pemulihan pascabanjir.

Selain penyaluran sembako, Teman Baik juga mendirikan dapur umum yang menyediakan makanan siap santap bagi para penyintas. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, sayuran, serta lauk pauk seperti ayam dan ikan. Seluruh makanan didistribusikan langsung kepada warga di sekitar lokasi posko yang didirikan.

Proses memasak hingga pendistribusian dilakukan secara gotong royong oleh relawan Teman Baik bersama masyarakat setempat. Keterlibatan warga lokal, khususnya para ibu di Desa Sungai Liput, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dapur umum ini. Selain mempercepat penyediaan makanan, kegiatan tersebut juga memperkuat rasa kebersamaan dan saling menguatkan di tengah situasi sulit.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa kehadiran dapur umum dan bantuan sembako merupakan bentuk pendampingan langsung agar para penyintas dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Melalui dapur umum dan penyaluran sembako ini, kami berupaya memastikan warga terdampak tetap mendapatkan makanan yang layak. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan rasa aman, kebersamaan, dan harapan agar para penyintas dapat bangkit secara perlahan,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu ibu yang tergabung dalam tim dapur umum juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran bantuan tersebut.
“Kami bersyukur bisa ikut terlibat memasak bersama relawan. Dapur umum ini sangat membantu warga, terutama untuk kebutuhan makan sehari-hari. Terima kasih kepada Teman Baik yang sudah peduli dan hadir untuk masyarakat di sini,” tuturnya.

Namun demikian, kebutuhan di lokasi pengungsian hingga saat ini masih sangat mendesak. Selain perlengkapan dapur umum, warga masih membutuhkan air bersih, hunian sementara yang layak, serta kebutuhan pribadi, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Kelompok rentan tersebut memerlukan perhatian lebih agar tetap terlindungi dan terjaga kesehatannya selama berada di pengungsian.

Teman Baik berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana, baik melalui bantuan pangan, pendampingan sosial, maupun dukungan kebutuhan dasar lainnya, guna mendukung proses pemulihan masyarakat secara menyeluruh.

Teman Baik Gelar Kegiatan Psikososial untuk Anak – Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

Teman Baik melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bagi 50 anak terdampak bencana banjir di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 4 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan pascabencana yang berfokus pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak sebagai kelompok rentan.

Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada kondisi emosional dan mental anak-anak. Pengalaman kehilangan, perubahan lingkungan secara mendadak, serta situasi darurat yang dialami berpotensi memicu tekanan psikologis apabila tidak ditangani dengan pendampingan yang tepat.

Menjawab kondisi tersebut, Teman Baik menghadirkan program dukungan psikososial dengan pendekatan ramah anak. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara positif, meredakan beban emosional, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan nyaman di tengah proses pemulihan pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 50 anak mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, kegiatan mewarnai, serta interaksi edukatif yang dipandu oleh relawan Teman Baik. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk berinteraksi, berbagi cerita, dan membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.

“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan ketika bencana terjadi. Melalui kegiatan dukungan psikososial ini, kami ingin membantu mereka memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, serta memberikan ruang yang sehat untuk mengekspresikan perasaan mereka. Harapannya, anak-anak dapat kembali ceria dan memiliki ketahanan psikologis yang lebih baik dalam menghadapi masa pemulihan,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu orang tua peserta, Riko, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kegiatan tersebut.
“Sejak banjir kemarin, anak saya sering diam dan mudah takut. Alhamdulillah setelah mengikuti kegiatan ini, dia terlihat lebih ceria dan mau bermain lagi dengan teman-temannya. Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Teman Baik karena telah peduli dengan kondisi anak-anak kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan dukungan psikososial ini, Teman Baik berharap anak-anak penyintas banjir dapat kembali merasakan keceriaan, memperoleh dukungan emosional yang memadai, serta membangun ketahanan psikologis yang lebih kuat. Program ini menjadi bagian dari komitmen Teman Baik dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga mental dan emosional.