Teman Baik menyalurkan bantuan paket sembako sekaligus mendirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini dihadirkan untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat pascabencana.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada 6 Januari 2026, sebagai bagian dari rangkaian respons kemanusiaan Teman Baik terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.

Paket sembako yang disalurkan untuk 40 KK meliputi beras, minyak goreng, air mineral, susu, sarden, kornet, serta perlengkapan kebersihan (hygiene kit). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari selama masa pemulihan pascabanjir.

Selain penyaluran sembako, Teman Baik juga mendirikan dapur umum yang menyediakan makanan siap santap bagi para penyintas. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, sayuran, serta lauk pauk seperti ayam dan ikan. Seluruh makanan didistribusikan langsung kepada warga di sekitar lokasi posko yang didirikan.

Proses memasak hingga pendistribusian dilakukan secara gotong royong oleh relawan Teman Baik bersama masyarakat setempat. Keterlibatan warga lokal, khususnya para ibu di Desa Sungai Liput, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dapur umum ini. Selain mempercepat penyediaan makanan, kegiatan tersebut juga memperkuat rasa kebersamaan dan saling menguatkan di tengah situasi sulit.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa kehadiran dapur umum dan bantuan sembako merupakan bentuk pendampingan langsung agar para penyintas dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Melalui dapur umum dan penyaluran sembako ini, kami berupaya memastikan warga terdampak tetap mendapatkan makanan yang layak. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan rasa aman, kebersamaan, dan harapan agar para penyintas dapat bangkit secara perlahan,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu ibu yang tergabung dalam tim dapur umum juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran bantuan tersebut.
“Kami bersyukur bisa ikut terlibat memasak bersama relawan. Dapur umum ini sangat membantu warga, terutama untuk kebutuhan makan sehari-hari. Terima kasih kepada Teman Baik yang sudah peduli dan hadir untuk masyarakat di sini,” tuturnya.

Namun demikian, kebutuhan di lokasi pengungsian hingga saat ini masih sangat mendesak. Selain perlengkapan dapur umum, warga masih membutuhkan air bersih, hunian sementara yang layak, serta kebutuhan pribadi, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Kelompok rentan tersebut memerlukan perhatian lebih agar tetap terlindungi dan terjaga kesehatannya selama berada di pengungsian.

Teman Baik berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana, baik melalui bantuan pangan, pendampingan sosial, maupun dukungan kebutuhan dasar lainnya, guna mendukung proses pemulihan masyarakat secara menyeluruh.