Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah gedung sekolah masih dipenuhi lumpur, sementara fasilitas belajar mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan. Di sisi lain, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah akibat tersapu banjir, sehingga kegiatan belajar menjadi terhambat.

Di tengah keterbatasan tersebut, Teman Baik menghadirkan bantuan paket alat sekolah dan mushaf Al-Qur’an sebagai upaya mendukung pemulihan pendidikan sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak terdampak bencana.

Melalui Program Bantuan Paket Sekolah dan Mushaf Al-Qur’an, Teman Baik berupaya mengembalikan rutinitas belajar yang sempat terhenti selama lebih dari satu bulan akibat banjir. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan pengungsian.

Sebanyak lebih dari 100 paket alat sekolah disalurkan kepada siswa SDN Inpres Sungai Liput serta anak-anak yang berada di posko pengungsian Desa Sungai Liput. Paket bantuan tersebut berisi buku tulis, alat tulis, tas sekolah, serta paket gizi berupa sereal dan biskuit, dilengkapi dengan vitamin dan suplemen anak untuk mendukung kesehatan mereka selama masa pemulihan.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai respons atas kondisi para siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah dan terhentinya proses belajar akibat bencana.
“Sebagian besar perlengkapan sekolah anak-anak hanyut terbawa banjir, sementara kegiatan belajar mereka terhenti cukup lama. Melalui bantuan ini, kami ingin membantu mereka kembali bersekolah dengan semangat baru sekaligus menjaga kesehatan mereka di tengah kondisi pascabencana yang penuh lumpur dan debu,” ujar Pungky.

Dampak positif dari program ini mulai terlihat seiring dimulainya kembali pembelajaran di sekolah darurat. Antusiasme siswa meningkat dan semangat belajar perlahan kembali tumbuh, meski masih dalam keterbatasan fasilitas.

Syapinah, salah satu guru di SDN Inpres Sungai Liput, menyampaikan bahwa bantuan dari Teman Baik memberikan energi positif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Anak-anak sangat senang. Bukan hanya mendapatkan alat belajar yang baru, tetapi juga makanan bergizi yang membuat mereka lebih bersemangat untuk kembali datang ke sekolah dan belajar,” ungkapnya.

Salah satu orang tua murid, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Setelah banjir, kami benar-benar kesulitan membeli perlengkapan sekolah baru. Bantuan dari Teman Baik sangat membantu anak kami bisa kembali belajar. Terima kasih sudah peduli dengan pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.

Melalui program ini, Teman Baik menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam memastikan hak anak untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Dukungan dari para donatur dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan harapan serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Aceh Tamiang.