Teman Baik melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bagi 50 anak terdampak bencana banjir di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 4 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan pascabencana yang berfokus pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak sebagai kelompok rentan.

Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada kondisi emosional dan mental anak-anak. Pengalaman kehilangan, perubahan lingkungan secara mendadak, serta situasi darurat yang dialami berpotensi memicu tekanan psikologis apabila tidak ditangani dengan pendampingan yang tepat.

Menjawab kondisi tersebut, Teman Baik menghadirkan program dukungan psikososial dengan pendekatan ramah anak. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara positif, meredakan beban emosional, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan nyaman di tengah proses pemulihan pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 50 anak mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, kegiatan mewarnai, serta interaksi edukatif yang dipandu oleh relawan Teman Baik. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk berinteraksi, berbagi cerita, dan membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.

“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan ketika bencana terjadi. Melalui kegiatan dukungan psikososial ini, kami ingin membantu mereka memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, serta memberikan ruang yang sehat untuk mengekspresikan perasaan mereka. Harapannya, anak-anak dapat kembali ceria dan memiliki ketahanan psikologis yang lebih baik dalam menghadapi masa pemulihan,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu orang tua peserta, Riko, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kegiatan tersebut.
“Sejak banjir kemarin, anak saya sering diam dan mudah takut. Alhamdulillah setelah mengikuti kegiatan ini, dia terlihat lebih ceria dan mau bermain lagi dengan teman-temannya. Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Teman Baik karena telah peduli dengan kondisi anak-anak kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan dukungan psikososial ini, Teman Baik berharap anak-anak penyintas banjir dapat kembali merasakan keceriaan, memperoleh dukungan emosional yang memadai, serta membangun ketahanan psikologis yang lebih kuat. Program ini menjadi bagian dari komitmen Teman Baik dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga mental dan emosional.