Memasuki fase pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan layanan publik, khususnya layanan kesehatan, menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat terdampak. Lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, keterbatasan fasilitas medis dan obat-obatan, serta meningkatnya risiko penyakit pascabanjir membuat akses layanan kesehatan menjadi sangat mendesak.
Menjawab kondisi tersebut, Teman Baik berkolaborasi bersama Taman Zakat dan RS Mata Undaan menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga penyintas banjir. Layanan ini dilaksanakan selama enam hari, mulai 1 hingga 6 Januari 2026, dan berpusat di Posko Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program layanan kesehatan ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan di tengah keterbatasan layanan medis pascabencana. Dalam pelaksanaannya, warga memperoleh berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan, vitamin, dan obat tetes mata sesuai keluhan yang dialami.

Bantuan medis tersebut difokuskan untuk menangani penyakit yang umum muncul pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, penyakit kulit, iritasi mata akibat paparan debu dan lumpur, serta penurunan daya tahan tubuh.
Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa layanan kesehatan menjadi kebutuhan utama warga dalam masa pemulihan pascabencana.
“Pascabanjir, banyak warga mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Melalui layanan kesehatan ini, termasuk pemberian vitamin dan obat tetes mata, kami berupaya membantu menjaga daya tahan tubuh warga serta mencegah risiko penyakit yang lebih serius,” ujar Muhammad Pungky.
Salah satu penyintas banjir, Ibu Diana, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran layanan kesehatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan di posko. Selain obat, kami juga mendapatkan vitamin dan obat tetes mata. Ini sangat membantu karena setelah banjir banyak warga mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.
Melalui program layanan kesehatan ini, Teman Baik berharap dapat membantu masyarakat menjaga kondisi kesehatan selama masa pemulihan sekaligus mengurangi risiko penyakit pascabencana yang berpotensi menghambat aktivitas warga. Kehadiran layanan medis di tingkat posko menjadi bagian penting dalam memastikan penyintas dapat kembali beraktivitas secara bertahap dengan kondisi yang lebih aman dan layak.
