Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan berbagi kepada sesama, termasuk kepada para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri dalam membimbing generasi muda membaca Al-Qur’an. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, dedikasi para guru ngaji tetap menjadi pilar penting dalam pendidikan keagamaan di masyarakat.

 

Teman Baik menghadirkan program THR Guru Ngaji sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para pengajar Al-Qur’an. Program ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan menyasar dua lokasi di wilayah Sidoarjo.

 

Penyaluran dilakukan di dua TPQ, yaitu TPQ Nurul Huda yang berada di Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, serta TPQ Al-Kautsar di Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman. Melalui program ini, sebanyak 5 guru ngaji menerima manfaat sebagai bentuk dukungan di bulan Ramadan.

 

Di tengah dedikasi yang tinggi dalam mengajar Al-Qur’an, banyak guru ngaji di wilayah tersebut yang belum memiliki penghasilan tetap. Insentif yang diterima pun masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Di TPQ Nurul Huda, terdapat tiga guru ngaji aktif, yaitu Ibu Siti Nur Amelia (Bu Lia), Bapak Mahfud, dan Ibu Nur Hidayati (Bu Nur), yang membimbing sekitar 35 santri dari tingkat TK hingga SMP. Ketiganya telah mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan berbagai keterbatasan ekonomi dan tantangan operasional.

 

Sementara itu, di TPQ Al-Kautsar, terdapat dua guru ngaji yaitu Bu Menik dan Bu Anita yang juga menjalankan peran serupa dalam membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an, meskipun dengan dukungan kesejahteraan yang masih terbatas.

Kondisi para guru ngaji di kedua lokasi tersebut menunjukkan kesamaan, yaitu tingginya dedikasi dalam mengajar yang belum diiringi dengan kesejahteraan yang memadai. Beberapa di antaranya masih bergantung pada pekerjaan lain dengan penghasilan tidak menentu, bahkan tetap mengajar di tengah keterbatasan fasilitas dan jarak tempuh yang cukup jauh.

 

Salah satu relawan Teman Baik, Silvy, menyampaikan bahwa program ini hadir sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting guru ngaji di masyarakat.

 

“Guru ngaji memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an. Namun, masih banyak dari mereka yang belum mendapatkan dukungan yang layak. Melalui program THR ini, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus membantu meringankan kebutuhan mereka di bulan Ramadan,” ujar Silvy.

 

Penyaluran THR ini dilakukan secara langsung kepada para guru ngaji di masing-masing TPQ. Selain sebagai bantuan materi, program ini juga diharapkan dapat memberikan semangat dan penghargaan moral bagi para pengajar yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.

 

Salah satu penerima manfaat, Ibu Nur Hidayati (Bu Nur), mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

 

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Teman Baik dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di bulan Ramadan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengajar dan membimbing anak-anak,” ungkapnya.

Program THR Guru Ngaji ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para pengajar Al-Qur’an yang selama ini berkontribusi besar dalam pendidikan keagamaan, namun sering kali luput dari perhatian.

 

Teman Baik berharap, melalui program ini, para guru ngaji dapat merasakan dukungan yang lebih luas serta terus semangat dalam menjalankan pengabdian mereka kepada masyarakat.

 

Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan para Teman Kebaikan yang telah memberikan amanah dalam menjalankan aksi kebaikan ini. Dukungan yang diberikan menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat nyata bagi para guru ngaji yang membutuhkan.