Teman Baik kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan amanah donatur melalui program pendistribusian dana fidyah kepada masyarakat prasejahtera. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 09 April 2026, berlokasi di Desa Mulyodadi, Dusun Gabus RT 04 RW 01, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Program pendistribusian fidyah ini menyasar masyarakat dari kalangan fakir, miskin, janda lansia, serta warga dhuafa lainnya. Bantuan yang disalurkan berupa paket nasi siap santap yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan harian penerima manfaat. Melalui bantuan sederhana ini, Teman Baik berharap dapat meringankan beban hidup mereka.
Penyaluran dilakukan secara langsung oleh tim Teman Baik dengan metode door to door, yakni mendatangi rumah-rumah warga yang telah terdata. Cara ini dipilih untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, metode ini juga menghadirkan sentuhan kepedulian secara langsung di tengah kondisi kehidupan yang serba terbatas.
Di balik sederhananya paket nasi yang dibagikan, tersimpan harapan besar bagi para penerima manfaat. Bagi sebagian orang, satu porsi makanan mungkin hal yang biasa. Namun, bagi warga dhuafa di Dusun Gabus, bantuan tersebut menjadi penopang di tengah hari-hari yang tidak selalu mudah.

Salah satu relawan Teman Baik, Topby, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa kehadiran relawan juga membawa pesan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. “Melalui program fidyah ini, kami ingin memastikan amanah donatur benar-benar sampai kepada yang berhak dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.
Kondisi kehidupan para penerima manfaat memang memprihatinkan. Sebagian besar merupakan lansia yang sudah tidak mampu bekerja, janda yang hidup sendiri, hingga keluarga dengan penghasilan tidak menentu. Keterbatasan fisik dan ekonomi membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan sehari-hari.
Ibu Sumaidah, salah satu penerima manfaat, merupakan seorang janda lansia penderita stroke yang tidak memiliki penghasilan tetap. Dalam kesehariannya, beliau bertahan hidup dari bantuan pemerintah dan uluran tangan sesama. Saat menerima paket nasi dari tim Teman Baik, ia tidak mampu menyembunyikan rasa harunya dan tampak berkaca-kaca.
Dengan suara lirih, Ibu Sumaidah menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Ia mengaku bahwa bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi hidup yang serba terbatas. “Alhamdulillah, terima kasih banyak. Bantuan ini sangat berarti untuk saya, kadang saya hanya makan seadanya, semoga yang memberi bantuan ini diberi kesehatan dan rezeki yang banyak,” tuturnya.
Cerita Ibu Sumaidah menjadi gambaran nyata kondisi masyarakat dhuafa di wilayah tersebut. Di usia yang tidak lagi muda dan kondisi fisik yang melemah, mereka tetap berjuang menjalani kehidupan sehari-hari. Kehadiran bantuan ini menjadi secercah harapan yang menguatkan mereka untuk terus bertahan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Teman Baik dalam menunaikan amanah fidyah secara transparan dan tepat sasaran. Penyaluran yang dilakukan langsung ke lapangan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Dengan demikian, setiap kebaikan yang dititipkan dapat memberikan dampak nyata.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan di tengah keterbatasan hidup. Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, dapat membawa perubahan besar bagi mereka.
Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur. Kepercayaan yang telah diberikan menjadi kekuatan untuk terus menebar manfaat kepada sesama. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan.