Ramadan menjadi momentum untuk berbagi dan menghadirkan kepedulian, terutama bagi mereka yang menjalani hari-hari dengan penuh keterbatasan. Di tengah ramainya aktivitas menjelang waktu berbuka, masih banyak masyarakat yang harus tetap bekerja hingga petang tanpa sempat menyiapkan hidangan berbuka. Di sisi lain, para pelaku UMKM kecil juga berjuang menjajakan dagangannya demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam semangat Ramadan, Teman Baik berkolaborasi dengan YBM PLN menggelar kegiatan borong takjil UMKM pada Rabu, 18 Maret 2026 di sepanjang Jalan Kramat Jegu. Para relawan menyusuri pedagang yang tetap berjualan meski sepi pembeli dengan lapak sederhana di pinggir jalan. Sebagian di antaranya merupakan lansia yang terus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM sekaligus berbagi kebahagiaan kepada masyarakat.
Melalui pendekatan yang hangat, relawan berinteraksi langsung dengan para pedagang, menyapa, serta mendengarkan cerita sederhana tentang perjuangan mereka. Kehadiran relawan tidak hanya membawa transaksi, tetapi juga menghadirkan perhatian yang jarang mereka rasakan. Dalam kegiatan ini, relawan membeli takjil dari para pedagang, kemudian membagikannya kepada para pengguna jalan. Aksi ini menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan masyarakat yang membutuhkan takjil berbuka puasa.
Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, seperti pekerja harian, pengemudi, dan warga yang belum sempat membeli makanan. Dengan adanya pembagian takjil, diharapkan mereka tetap dapat berbuka tepat waktu meskipun berada di jalan. Setelah proses pembelian, relawan bergerak membagikan takjil kepada pengendara motor, pekerja harian, hingga warga yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Di tengah lalu lintas yang padat, pembagian takjil berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan.
Salah satu relawan Teman Baik, Silvy, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang lebih luas.
“Kami ingin kegiatan ini bisa memberikan manfaat dari dua sisi. Di satu sisi membantu para pedagang kecil, dan di sisi lain membantu masyarakat yang masih berada di jalan agar tetap bisa berbuka. Semoga ini menjadi kebaikan yang terus mengalir di bulan Ramadan,” ujar Silvy.

Suasana haru terasa ketika takjil mulai dibagikan. Banyak penerima manfaat yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur, terutama mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka.
Salah satu penerima manfaat, seorang pedagang UMKM, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Teman Baik dan para donatur yang sudah peduli,” ujarnya dengan haru.

Bagi para pedagang, kehadiran relawan yang membeli dagangan mereka menjadi momen yang memberikan semangat di tengah perjuangan mencari nafkah. Sementara bagi para penerima manfaat, takjil yang dibagikan menjadi penyelamat sederhana saat waktu berbuka tiba.Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan, terdapat nilai kepedulian yang besar. Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Teman Baik berharap kegiatan ini dapat terus menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para donatur dengan masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat semangat berbagi di bulan suci.Di akhir kegiatan, Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan para Teman Kebaikan yang telah memberikan amanah dalam menjalankan aksi kebaikan ini. Dukungan yang diberikan telah menghadirkan manfaat nyata bagi para pedagang kecil dan masyarakat yang menerima takjil.