Teman Baik Salurkan Amanah Fidyah untuk Warga Prasejahtera di Wonoayu, Sidoarjo

Teman Baik kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan amanah donatur melalui program pendistribusian dana fidyah kepada masyarakat prasejahtera. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 09 April 2026, berlokasi di Desa Mulyodadi, Dusun Gabus RT 04 RW 01, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

 

Program pendistribusian fidyah ini menyasar masyarakat dari kalangan fakir, miskin, janda lansia, serta warga dhuafa lainnya. Bantuan yang disalurkan berupa paket nasi siap santap yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan harian penerima manfaat. Melalui bantuan sederhana ini, Teman Baik berharap dapat meringankan beban hidup mereka.

 

Penyaluran dilakukan secara langsung oleh tim Teman Baik dengan metode door to door, yakni mendatangi rumah-rumah warga yang telah terdata. Cara ini dipilih untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, metode ini juga menghadirkan sentuhan kepedulian secara langsung di tengah kondisi kehidupan yang serba terbatas.

 

Di balik sederhananya paket nasi yang dibagikan, tersimpan harapan besar bagi para penerima manfaat. Bagi sebagian orang, satu porsi makanan mungkin hal yang biasa. Namun, bagi warga dhuafa di Dusun Gabus, bantuan tersebut menjadi penopang di tengah hari-hari yang tidak selalu mudah.

Salah satu relawan Teman Baik, Topby, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa kehadiran relawan juga membawa pesan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. “Melalui program fidyah ini, kami ingin memastikan amanah donatur benar-benar sampai kepada yang berhak dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

 

Kondisi kehidupan para penerima manfaat memang memprihatinkan. Sebagian besar merupakan lansia yang sudah tidak mampu bekerja, janda yang hidup sendiri, hingga keluarga dengan penghasilan tidak menentu. Keterbatasan fisik dan ekonomi membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan sehari-hari.

 

Ibu Sumaidah, salah satu penerima manfaat, merupakan seorang janda lansia penderita stroke yang tidak memiliki penghasilan tetap. Dalam kesehariannya, beliau bertahan hidup dari bantuan pemerintah dan uluran tangan sesama. Saat menerima paket nasi dari tim Teman Baik, ia tidak mampu menyembunyikan rasa harunya dan tampak berkaca-kaca.

 

Dengan suara lirih, Ibu Sumaidah menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Ia mengaku bahwa bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi hidup yang serba terbatas. “Alhamdulillah, terima kasih banyak. Bantuan ini sangat berarti untuk saya, kadang saya hanya makan seadanya, semoga yang memberi bantuan ini diberi kesehatan dan rezeki yang banyak,” tuturnya.

 

Cerita Ibu Sumaidah menjadi gambaran nyata kondisi masyarakat dhuafa di wilayah tersebut. Di usia yang tidak lagi muda dan kondisi fisik yang melemah, mereka tetap berjuang menjalani kehidupan sehari-hari. Kehadiran bantuan ini menjadi secercah harapan yang menguatkan mereka untuk terus bertahan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Teman Baik dalam menunaikan amanah fidyah secara transparan dan tepat sasaran. Penyaluran yang dilakukan langsung ke lapangan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Dengan demikian, setiap kebaikan yang dititipkan dapat memberikan dampak nyata.

 

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan di tengah keterbatasan hidup. Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, dapat membawa perubahan besar bagi mereka.

 

Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur. Kepercayaan yang telah diberikan menjadi kekuatan untuk terus menebar manfaat kepada sesama. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan.

Teman Baik Berkolaborasi dengan Ruang Baca Salurkan Buku bagi Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang meninggalkan dampak yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara psikologis, terutama bagi anak-anak. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan dukungan pemulihan menjadi hal yang penting, termasuk dalam menjaga semangat belajar dan keceriaan anak-anak pascabencana.

 

Anak-anak yang terdampak bencana kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap sarana belajar, termasuk buku bacaan. Padahal, buku tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi sarana hiburan seka ligus pemulihan emosional di tengah situasi sulit.

 

Dalam upaya menghadirkan dukungan tersebut, Teman Baik berkolaborasi dengan Ruang Baca menggelar program penyaluran buku pada 28 Maret 2026 di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Program ini difokuskan bagi anak-anak penyintas banjir yang berada di wilayah terdampak.

 

Kegiatan penyaluran dilakukan di dua desa yang sebelumnya terdampak banjir, yaitu Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja. Melalui program ini, anak-anak menerima buku bacaan yang diharapkan dapat membantu mengembalikan semangat belajar sekaligus menghadirkan keceriaan di tengah masa pemulihan.

 

Program ini terlaksana berkat kolaborasi antara Teman Baik, Ruang Baca, serta dukungan dari para donatur yang tergabung sebagai Teman Kebaikan. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih pascabencana.

 

Dalam pelaksanaannya, relawan tidak hanya menyalurkan buku, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak. Suasana hangat dan penuh keceriaan tercipta saat anak-anak mulai membuka dan membaca buku yang mereka terima.

Manager Teman Baik, Pungky, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung pemulihan anak-anak secara menyeluruh.

 

“Kami percaya bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya tentang bantuan fisik, tetapi juga dukungan untuk mental dan semangat anak-anak. Melalui buku, kami ingin menghadirkan harapan, keceriaan, dan ruang belajar bagi mereka,” ujar Pungky.

 

Antusiasme terlihat jelas dari anak-anak yang menerima bantuan. Bagi mereka, buku yang diberikan bukan sekadar barang, tetapi juga sumber kebahagiaan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

 

Salah satu anak penerima manfaat mengungkapkan rasa senangnya saat menerima buku tersebut. “Senang sekali dapat buku baru. Saya jadi bisa membaca dan belajar lagi bersama teman-teman,” ucapnya dengan wajah ceria.

 

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi langkah kecil dalam membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih semangat. Buku-buku yang disalurkan diharapkan dapat menjadi teman baru bagi anak-anak dalam mengisi hari-hari mereka.

 

Teman Baik berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pemulihan anak-anak penyintas bencana di berbagai wilayah.

 

Di akhir kegiatan, Teman Baik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur serta Teman Kebaikan yang telah berkontribusi dalam program ini. Dukungan yang diberikan telah menghadirkan manfaat nyata serta membawa semangat baru bagi anak-anak di Aceh Tamiang.

Peduli Palestina, Teman Baik Bagikan Kado Lebaran untuk Keluarga Pengungsi di Gaza Utara

Ramadan selalu menjadi momen yang penuh makna untuk berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai kemanusiaan semakin terasa, terutama ketika melihat kondisi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Di Palestina, khususnya di wilayah Gaza Utara, ribuan keluarga masih harus menjalani hari-hari di pengungsian dengan akses yang sangat terbatas terhadap kebutuhan dasar.

 

Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan akan bahan pokok menjadi semakin mendesak bagi para keluarga pengungsi. Banyak di antara mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi yang serba sulit dan tidak menentu. Situasi ini mendorong hadirnya berbagai aksi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban mereka.

 

Dalam semangat tersebut, Teman Baik menghadirkan program Kado Lebaran Palestina yang dilaksanakan pada 22 Maret 2026. Program ini diwujudkan melalui penyaluran paket sembako kepada keluarga terdampak di wilayah pengungsian. Bantuan ini menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

Penyaluran bantuan dilaksanakan di dua titik pusat pengungsian di Gaza Utara, yaitu Pusat Pengungsian Umm Al-Qura dan Pusat Pengungsian Tal Al-Islam. Sebanyak 82 keluarga menerima manfaat dari program ini dengan paket kebutuhan pokok yang disalurkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan mereka dalam menyambut hari raya.

 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Teman Baik bersama para relawan dengan dukungan penuh dari para donatur yang dikenal sebagai Teman Kebaikan. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan lintas batas yang menghadirkan manfaat langsung. Dukungan dari berbagai pihak memungkinkan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

 

Di tengah keterbatasan yang ada, proses penyaluran bantuan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa kepedulian. Para relawan berinteraksi langsung dengan penerima manfaat, memastikan bantuan diterima dengan baik. Kehadiran relawan juga menghadirkan kehangatan dan perhatian di tengah situasi yang tidak mudah.

 

Salah satu relawan Teman Baik yang berada di lokasi menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan materi. Lebih dari itu, kegiatan ini juga membawa pesan kepedulian dan kebersamaan.
“Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi saudara-saudara kita di Palestina, terutama menjelang Idul Fitri. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban mereka dan menguatkan bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya.

 

Suasana haru terasa ketika paket sembako mulai dibagikan kepada para keluarga pengungsi. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti di tengah kondisi yang penuh keterbatasan. Senyum dan rasa syukur dari para penerima manfaat menjadi gambaran nyata dampak dari program ini. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk menyambut Idul Fitri. Terima kasih kepada semua yang telah peduli kepada kami di sini,” tuturnya dengan penuh haru.

 

Program Kado Lebaran Palestina tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok semata. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menghadirkan harapan dan kebahagiaan di tengah situasi yang sulit. Kehadiran bantuan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian dapat menjangkau siapa saja tanpa mengenal batas wilayah.

 

Melalui program ini, Teman Baik berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi di momen yang penuh berkah. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Teman Baik dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

 

Di akhir kegiatan, Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan Teman Kebaikan. Dukungan dan kepercayaan yang diberikan telah memungkinkan program ini terlaksana dengan baik. Amanah tersebut telah menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga pengungsi di Gaza Utara serta membawa harapan baru dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

 

Kolaborasi Teman Baik dan YBM PLN Borong Takjil UMKM Bagikan ke Pengguna Jalan saat Ramadan

Ramadan menjadi momentum untuk berbagi dan menghadirkan kepedulian, terutama bagi mereka yang menjalani hari-hari dengan penuh keterbatasan. Di tengah ramainya aktivitas menjelang waktu berbuka, masih banyak masyarakat yang harus tetap bekerja hingga petang tanpa sempat menyiapkan hidangan berbuka. Di sisi lain, para pelaku UMKM kecil juga berjuang menjajakan dagangannya demi memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Dalam semangat Ramadan, Teman Baik berkolaborasi dengan YBM PLN menggelar kegiatan borong takjil UMKM pada Rabu, 18 Maret 2026 di sepanjang Jalan Kramat Jegu. Para relawan menyusuri pedagang yang tetap berjualan meski sepi pembeli dengan lapak sederhana di pinggir jalan. Sebagian di antaranya merupakan lansia yang terus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM sekaligus berbagi kebahagiaan kepada masyarakat.

 

Melalui pendekatan yang hangat, relawan berinteraksi langsung dengan para pedagang, menyapa, serta mendengarkan cerita sederhana tentang perjuangan mereka. Kehadiran relawan tidak hanya membawa transaksi, tetapi juga menghadirkan perhatian yang jarang mereka rasakan. Dalam kegiatan ini, relawan membeli takjil dari para pedagang, kemudian membagikannya kepada para pengguna jalan. Aksi ini menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan masyarakat yang membutuhkan takjil berbuka puasa.

 

Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, seperti pekerja harian, pengemudi, dan warga yang belum sempat membeli makanan. Dengan adanya pembagian takjil, diharapkan mereka tetap dapat berbuka tepat waktu meskipun berada di jalan. Setelah proses pembelian, relawan bergerak membagikan takjil kepada pengendara motor, pekerja harian, hingga warga yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Di tengah lalu lintas yang padat, pembagian takjil berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan.

 

Salah satu relawan Teman Baik, Silvy, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang lebih luas.

“Kami ingin kegiatan ini bisa memberikan manfaat dari dua sisi. Di satu sisi membantu para pedagang kecil, dan di sisi lain membantu masyarakat yang masih berada di jalan agar tetap bisa berbuka. Semoga ini menjadi kebaikan yang terus mengalir di bulan Ramadan,” ujar Silvy.

 

Suasana haru terasa ketika takjil mulai dibagikan. Banyak penerima manfaat yang menyambut dengan senyum dan rasa syukur, terutama mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka.

Salah satu penerima manfaat, seorang pedagang UMKM, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Teman Baik dan para donatur yang sudah peduli,” ujarnya dengan haru.

 

Bagi para pedagang, kehadiran relawan yang membeli dagangan mereka menjadi momen yang memberikan semangat di tengah perjuangan mencari nafkah. Sementara bagi para penerima manfaat, takjil yang dibagikan menjadi penyelamat sederhana saat waktu berbuka tiba.Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan, terdapat nilai kepedulian yang besar. Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

 

Teman Baik berharap kegiatan ini dapat terus menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para donatur dengan masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat semangat berbagi di bulan suci.Di akhir kegiatan, Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan para Teman Kebaikan yang telah memberikan amanah dalam menjalankan aksi kebaikan ini. Dukungan yang diberikan telah menghadirkan manfaat nyata bagi para pedagang kecil dan masyarakat yang menerima takjil.

 

Teman Baik Hadir untuk Driver Ojol, Bagikan THR dan Bingkisan pada Hari Raya Idul Fitri

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tidak semua orang dapat menikmati waktu dengan tenang di rumah. Di tengah suasana Ramadan yang semakin mendekati akhir, masih banyak pencari nafkah yang tetap bekerja di jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Salah satunya adalah para pengemudi ojek online yang terus menjalankan aktivitas, baik mengantar penumpang maupun mengantar pesanan makanan.

 

Melihat kondisi tersebut, Teman Baik mengadakan program Peduli Driver Ojol sebagai bentuk kepedulian terhadap para pekerja harian yang tetap berjuang di tengah momentum Ramadan. Program ini menjadi salah satu wujud penyaluran amanah dari para donatur dan Teman Kebaikan yang selama ini senantiasa mendukung berbagai kegiatan sosial Teman Baik.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, dengan menyasar wilayah Kecamatan Taman dan Kecamatan Krian, Sidoarjo. Pelaksanaan program dilakukan langsung oleh para relawan Teman Baik yang turun ke lapangan untuk menjangkau para driver ojol yang masih aktif bekerja pada jam-jam tersebut.

 

Program Peduli Driver Ojol dihadirkan sebagai salah satu gagasan Teman Baik dalam mengisi Ramadhan 1447 Hijriah dengan aksi yang bermanfaat. Bantuan ini ditujukan kepada para driver ojol yang tetap bekerja menjelang Lebaran, saat sebagian masyarakat mulai fokus mempersiapkan kebutuhan hari raya bersama keluarga.

 

Salah satu relawan Teman Baik yakni Topby, menjelaskan bahwa pemilihan waktu kegiatan telah dipertimbangkan dengan matang.

“Waktu pelaksanaan dipilih pada siang hari karena masih banyak driver ojol yang aktif bekerja, baik mengantar penumpang maupun mengantar pesanan makanan. Dengan begitu, bantuan dapat diberikan secara langsung kepada mereka yang benar-benar sedang beraktivitas,” ujarnya.

Sebelum kegiatan berlangsung, tim relawan terlebih dahulu melakukan penentuan lokasi, target penerima manfaat, serta waktu pelaksanaan. Persiapan tersebut dilakukan agar proses penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.

 

Dalam pelaksanaannya, para relawan membagikan parsel atau bingkisan Hari Raya Idul Fitri kepada driver ojol yang ditemui di sejumlah titik. Bingkisan tersebut berisi makanan, minuman, dan kue kering. Selain itu, para penerima manfaat juga mendapatkan uang tunai yang diberikan sebagai bentuk tunjangan hari raya.

 

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu meringankan kebutuhan para driver ojol, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mereka yang tetap bekerja keras demi keluarga. Di tengah padatnya aktivitas mencari nafkah, perhatian sederhana seperti ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan menjelang hari raya.

 

Melalui program ini, Teman Baik ingin menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperluas kepedulian kepada sesama. Para driver ojol yang setiap hari hadir melayani masyarakat juga merupakan bagian dari kelompok pekerja yang layak mendapatkan perhatian.

 

Teman Baik berharap program Peduli Driver Ojol dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan suci. Dukungan dari para donatur dan Teman Kebaikan menjadi bagian penting dalam terlaksananya program ini, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari aksi kebaikan bersama.

 

 

Sebagai Wujud Kepedulian Ramadan, Teman Baik Salurkan Zakat Fitrah bagi Dhuafa di Penghujung Ramadan

Ramadan menjadi waktu yang penuh makna untuk berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerima, sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan di hari kemenangan.

 

Dalam semangat tersebut, Teman Baik melaksanakan program pendistribusian zakat fitrah kepada masyarakat dhuafa di wilayah Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026, dengan menjangkau tiga desa, yaitu Desa Bringinbendo, Desa Anggaswangi, dan Desa Kebon Agung.

 

Penyaluran zakat fitrah ini diberikan kepada masyarakat yang termasuk dalam golongan penerima zakat Asnaf fisabilillah, seperti lansia, janda lanjut usia, serta warga dengan kondisi ekonomi terbatas. Mereka merupakan bagian dari kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

 

Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, yang kemudian disalurkan kepada golongan yang berhak menerima. Dalam pelaksanaannya, zakat fitrah ditujukan kepada delapan golongan (asnaf), di antaranya fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, gharimin (orang berutang), fi sabilillah, dan ibnu sabil.

 

Melalui program ini, Teman Baik berupaya memastikan bahwa zakat fitrah yang dihimpun dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

 

Proses distribusi dilakukan secara langsung oleh para relawan Teman Baik dengan mendatangi penerima manfaat di masing-masing desa. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan dapat diterima secara tepat sasaran sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

 

Salah satu relawan Teman Baik, Silvy, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Zakat fitrah adalah amanah yang harus disampaikan kepada mereka yang berhak. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, sehingga mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idulfitri,” ujar Silvy.

 

Dalam proses penyaluran, para relawan juga berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat. Banyak di antara mereka yang merupakan lansia dan hidup dalam keterbatasan, sehingga bantuan zakat fitrah menjadi sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.

Salah satu penerima manfaat, seorang ibu lansia, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

 

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Zakat ini sangat membantu kami untuk kebutuhan menjelang lebaran. Semoga para donatur diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah,” tuturnya haru.

 

Kehadiran program ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Bagi para penerima manfaat, perhatian yang diberikan menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri.

 

Teman Baik berharap melalui program pendistribusian zakat fitrah ini, semakin banyak masyarakat yang terbantu dan dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan lebih tenang dan penuh kebahagiaan.

 

Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur dan para Teman Kebaikan yang telah menunaikan zakat fitrah melalui program ini. Amanah yang diberikan telah membantu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Teman Baik Bangun Dua Sumur Bor untuk Hadirkan Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Teman Baik terus berupaya membantu masyarakat penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun dua titik sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

 

Pembangunan fasilitas air bersih tersebut dilakukan di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja, dua wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dan mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas air bersih.

 

Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan beberapa sumber air warga tidak dapat digunakan secara optimal. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan mandi.

 

Melihat kondisi tersebut, Teman Baik menghadirkan pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali akses air bersih yang layak.

Selain pembangunan sumur bor, Teman Baik juga menyalurkan bantuan hygiene kit kepada warga. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan diri serta lingkungan, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

 

Kehadiran fasilitas air bersih ini juga menjadi sangat penting bagi masyarakat yang sedang menjalani ibadah di bulan Ramadan. Dengan tersedianya air bersih, warga dapat lebih mudah menjaga kebersihan diri serta melaksanakan ibadah seperti berwudu dan kegiatan ibadah lainnya dengan lebih nyaman.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya setelah terjadinya bencana.

 

“Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kesehatan masyarakat. Setelah bencana terjadi, akses terhadap air bersih sering kali menjadi salah satu tantangan yang dihadapi warga. Melalui pembangunan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses air bersih yang aman sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih baik,” ujar Pungky.

Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas air bersih tersebut juga sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat menjalani ibadah di bulan Ramadan.

 

“Kami berharap sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air bersih ini juga dapat membantu warga menjaga kebersihan dan menjalankan ibadah dengan lebih tenang selama Ramadan,” tambahnya.

 

Kehadiran fasilitas air bersih tersebut disambut baik oleh masyarakat. Salah satu warga Desa Benua Raja, Khusnul, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

 

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Teman Baik dan para donatur. Setelah banjir kemarin kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk keluarga kami menjadi jauh lebih mudah dan kami juga bisa menggunakan air bersih untuk berwudu serta menjalankan ibadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.

 

Melalui pembangunan fasilitas air bersih ini, Teman Baik berharap masyarakat di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat, nyaman, serta memiliki akses air bersih yang memadai.

Teman Baik Gelar Sahur on The Road, Bagikan Paket Sahur untuk Pekerja Dini Hari di Sidoarjo

Teman Baik kembali menghadirkan aksi kebaikan di bulan Ramadan melalui program Sahur on The Road (SOTR). Program ini merupakan salah satu bentuk penyaluran amanah dari para donatur atau yang biasa disebut Teman Kebaikan, yang selama ini terus mendukung berbagai kegiatan sosial Teman Baik.

 

Kegiatan SOTR dilaksanakan pada Sabtu dini hari, 7 Maret 2026, mulai pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Pada waktu tersebut, para relawan Teman Baik turun langsung ke jalan untuk membagikan paket hidangan sahur kepada para pekerja yang masih beraktivitas di malam hari.

 

Pembagian paket sahur dilakukan dengan menyusuri rute mulai dari Kecamatan Sukodono hingga kawasan Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo. Sepanjang perjalanan, relawan menyapa para pekerja yang ditemui di jalan dan membagikan paket sahur yang telah disiapkan sebelumnya.

 

Program ini menyasar para pencari nafkah yang tetap bekerja hingga dini hari, seperti pengemudi ojek, pedagang kaki lima, hingga pekerja lainnya yang masih beraktivitas ketika menjelang waktu sahur.

 

Melalui kegiatan ini, Teman Baik ingin menghadirkan kepedulian sekaligus berbagi kebahagiaan sederhana kepada mereka yang tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Salah satu relawan Teman Baik, Topby, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi para relawan.

 

“Kegiatan ini sederhana, tapi rasanya sangat hangat. Kami bisa berbagi langsung dengan para pekerja yang masih berjuang mencari nafkah di tengah malam. Semoga paket sahur yang kami bagikan bisa membantu mereka menjalani puasa dengan lebih semangat,” ujarnya.

Program Sahur on The Road (SOTR) sendiri merupakan salah satu program yang digagas oleh Teman Baik selama bulan Ramadan 1447 H. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Teman Baik untuk terus menyalurkan amanah dari para Teman Kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim Teman Baik bersama para relawan melakukan sejumlah persiapan. Mulai dari menentukan lokasi kegiatan, menyusun rute perjalanan, hingga menyiapkan paket hidangan sahur yang akan dibagikan kepada para penerima manfaat.

 

Waktu pelaksanaan yang dipilih pada dini hari bertujuan agar paket sahur dapat langsung dinikmati oleh para pekerja sebelum memasuki waktu puasa. Dengan begitu, bantuan yang diberikan bisa dirasakan secara langsung oleh para penerima manfaat.

 

Selain berbagi makanan, kegiatan ini juga menjadi momen untuk menyapa dan memberikan semangat kepada para pekerja yang masih beraktivitas di tengah malam. Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima manfaat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para relawan yang terlibat.

 

Salah satu penerima manfaat, seorang pedagang kaki lima yang menerima paket sahur tersebut, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan.

 

“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Teman Baik dan para donatur. Kadang kami masih di jalan saat waktu sahur, jadi bantuan seperti ini sangat membantu. Semoga kebaikan ini dibalas dengan kebaikan yang lebih besar,” ungkapnya.

 

Teman Baik juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Teman Kebaikan yang telah mempercayakan amanah mereka. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi Teman Baik untuk terus menghadirkan berbagai program kebaikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat berbagi di bulan Ramadan, Teman Baik berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menebar kebaikan dan saling membantu sesama.

Teman Baik Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Panti Asuhan Zainudin

Ramadan selalu menjadi momen yang penuh makna untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. Bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan, kehadiran kegiatan kebersamaan di bulan suci dapat menjadi sumber kebahagiaan sekaligus dukungan moral agar mereka tetap merasakan hangatnya kebersamaan.

 

Dalam semangat tersebut, Teman Baik menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Panti Asuhan Zainudin pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Teman Baik untuk menghadirkan ruang kebersamaan serta memberikan dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.

 

Program ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim yang tinggal di panti asuhan. Selain memberikan santunan, kegiatan ini juga bertujuan menghadirkan suasana Ramadan yang hangat melalui kebersamaan antara relawan, pengurus panti, dan anak-anak panti.

 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh relawan Teman Baik bersama pengurus Panti Asuhan Zainudin serta anak-anak yang tinggal di panti. Suasana kebersamaan sudah terasa sejak awal kegiatan ketika para relawan mulai berinteraksi dengan anak-anak yang hadir.

 

Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan Teman Baik yang menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut. Relawan Teman Baik, Sultan, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak panti sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan Ramadan.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk saling berbagi dan menghadirkan kebahagiaan. Kami berharap melalui kegiatan buka bersama dan santunan ini, anak-anak dapat merasakan kebersamaan dan perhatian dari banyak pihak,” ujar Sultan.

 

Setelah sambutan dari Teman Baik, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Panti Asuhan Zainudin. Pengurus panti, Misbahudin, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Teman Baik kepada anak-anak di panti.

 

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Teman Baik serta para relawan yang telah meluangkan waktu untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di panti ini. Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi mereka, terutama di bulan Ramadan,” kata Misbahudin.

 

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar kegiatan yang dilaksanakan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

 

Selanjutnya, Teman Baik menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim yang tinggal di Panti Asuhan Zainudin. Penyerahan santunan ini menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada anak-anak panti.

 

Momen tersebut disambut dengan penuh antusias oleh anak-anak. Senyum dan keceriaan tampak ketika mereka menerima santunan dari para relawan yang hadir.

 

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan permainan ringan berupa kuis tebak-tebakan yang dipandu oleh relawan. Permainan ini dihadirkan untuk mengisi waktu sambil menunggu adzan magrib sekaligus menciptakan suasana yang lebih ceria.

 

Anak-anak tampak aktif mengikuti permainan tersebut. Gelak tawa terdengar ketika mereka mencoba menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh relawan.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, seluruh peserta kegiatan kemudian duduk bersama menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan. Relawan Teman Baik, pengurus panti, dan anak-anak panti berbuka puasa bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

 

Kegiatan buka bersama ini menjadi penutup dari rangkaian acara yang berlangsung sejak sore hari. Meskipun sederhana, kegiatan tersebut memberikan kesan mendalam bagi anak-anak panti serta para relawan yang terlibat.

 

Teman Baik juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

 

Dukungan dari para donatur menjadi bagian penting dalam menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

 

Melalui kegiatan ini, Teman Baik berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan selama bulan Ramadan.

Teman Baik Salurkan THR untuk Guru Ngaji di Sidoarjo, Apresiasi Dedikasi Pengajar Al-Qur’an di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan berbagi kepada sesama, termasuk kepada para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri dalam membimbing generasi muda membaca Al-Qur’an. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, dedikasi para guru ngaji tetap menjadi pilar penting dalam pendidikan keagamaan di masyarakat.

 

Teman Baik menghadirkan program THR Guru Ngaji sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para pengajar Al-Qur’an. Program ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan menyasar dua lokasi di wilayah Sidoarjo.

 

Penyaluran dilakukan di dua TPQ, yaitu TPQ Nurul Huda yang berada di Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, serta TPQ Al-Kautsar di Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman. Melalui program ini, sebanyak 5 guru ngaji menerima manfaat sebagai bentuk dukungan di bulan Ramadan.

 

Di tengah dedikasi yang tinggi dalam mengajar Al-Qur’an, banyak guru ngaji di wilayah tersebut yang belum memiliki penghasilan tetap. Insentif yang diterima pun masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Di TPQ Nurul Huda, terdapat tiga guru ngaji aktif, yaitu Ibu Siti Nur Amelia (Bu Lia), Bapak Mahfud, dan Ibu Nur Hidayati (Bu Nur), yang membimbing sekitar 35 santri dari tingkat TK hingga SMP. Ketiganya telah mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan berbagai keterbatasan ekonomi dan tantangan operasional.

 

Sementara itu, di TPQ Al-Kautsar, terdapat dua guru ngaji yaitu Bu Menik dan Bu Anita yang juga menjalankan peran serupa dalam membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an, meskipun dengan dukungan kesejahteraan yang masih terbatas.

Kondisi para guru ngaji di kedua lokasi tersebut menunjukkan kesamaan, yaitu tingginya dedikasi dalam mengajar yang belum diiringi dengan kesejahteraan yang memadai. Beberapa di antaranya masih bergantung pada pekerjaan lain dengan penghasilan tidak menentu, bahkan tetap mengajar di tengah keterbatasan fasilitas dan jarak tempuh yang cukup jauh.

 

Salah satu relawan Teman Baik, Silvy, menyampaikan bahwa program ini hadir sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting guru ngaji di masyarakat.

 

“Guru ngaji memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an. Namun, masih banyak dari mereka yang belum mendapatkan dukungan yang layak. Melalui program THR ini, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus membantu meringankan kebutuhan mereka di bulan Ramadan,” ujar Silvy.

 

Penyaluran THR ini dilakukan secara langsung kepada para guru ngaji di masing-masing TPQ. Selain sebagai bantuan materi, program ini juga diharapkan dapat memberikan semangat dan penghargaan moral bagi para pengajar yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.

 

Salah satu penerima manfaat, Ibu Nur Hidayati (Bu Nur), mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

 

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Teman Baik dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di bulan Ramadan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengajar dan membimbing anak-anak,” ungkapnya.

Program THR Guru Ngaji ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para pengajar Al-Qur’an yang selama ini berkontribusi besar dalam pendidikan keagamaan, namun sering kali luput dari perhatian.

 

Teman Baik berharap, melalui program ini, para guru ngaji dapat merasakan dukungan yang lebih luas serta terus semangat dalam menjalankan pengabdian mereka kepada masyarakat.

 

Teman Baik menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan para Teman Kebaikan yang telah memberikan amanah dalam menjalankan aksi kebaikan ini. Dukungan yang diberikan menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat nyata bagi para guru ngaji yang membutuhkan.