TemanBaik Salurkan Bantuan Makanan Gaza Berupa 2.400 Porsi Hidangan Hangat

Gaza Utara, Palestina — Krisis kemanusiaan yang masih berlangsung membuat banyak keluarga di Gaza Utara terus hidup dalam kondisi penuh keterbatasan. Akses terhadap bahan pangan, dapur yang layak, hingga kebutuhan harian masih menjadi tantangan besar bagi warga, terutama mereka yang bertahan di pusat-pusat pengungsian.

Di tengah situasi tersebut, Teman Baik kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 2.400 porsi hidangan hangat untuk saudara-saudara di Gaza Utara pada 3 Juli 2026. Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar Teman Baik bersama para Teman Kebaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.

Penyaluran hidangan hangat dilakukan di dua titik utama, yaitu Al-Awda Shelter Center dan Tabaria Shelter Center, Gaza Utara. Kedua lokasi tersebut menjadi tempat berlindung bagi banyak keluarga yang terdampak krisis dan membutuhkan bantuan pangan secara langsung.

Bersama relawan di lapangan, hidangan hangat dibagikan kepada warga penerima manfaat agar dapat langsung dikonsumsi bersama keluarga. Dalam kondisi darurat, makanan siap santap seperti ini menjadi sangat berarti karena membantu warga memenuhi kebutuhan makan tanpa harus mencari bahan pangan atau memasak dengan fasilitas yang terbatas.

Bagi saudara-saudara di Gaza Utara, satu porsi hidangan hangat bukan sekadar makanan. Di dalamnya ada tenaga untuk bertahan, rasa diperhatikan, dan harapan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Kepedulian dari para Teman Kebaikan menjadi penguat bagi keluarga yang masih berjuang di tengah kondisi yang tidak mudah.

Manajer Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Indonesia kepada warga Palestina, khususnya di Gaza Utara.

“Di tengah situasi yang masih sulit, hidangan hangat menjadi kebutuhan yang sangat berarti bagi keluarga terdampak. Melalui penyaluran 2.400 porsi hidangan hangat ini, kami berharap warga di Al-Awda Shelter Center dan Tabaria Shelter Center dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka,” ujar Muhammad Pungky.

Ia menambahkan, setiap amanah yang dititipkan melalui Teman Baik akan terus diupayakan agar tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk saudara-saudara di Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.

“Setiap porsi makanan yang tersalurkan bukan hanya membantu mengenyangkan, tetapi juga membawa pesan kepedulian. Semoga bantuan ini menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Gaza bahwa mereka tidak sendiri,” tambahnya.

Teman Baik menyampaikan terima kasih kepada seluruh Teman Kebaikan yang telah menitipkan sedekah dan dukungan terbaiknya. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian penting dari hadirnya bantuan pangan bagi warga Gaza Utara.

Melalui penyaluran ini, Teman Baik berharap semakin banyak kebaikan yang dapat terus sampai kepada saudara-saudara di Palestina. Di tengah kondisi yang masih sulit, sedekah yang dititipkan dapat berubah menjadi hidangan hangat, tenaga untuk bertahan, dan harapan baru bagi keluarga terdampak.

Semoga setiap porsi makanan yang tersalurkan menjadi amal penuh keberkahan bagi para Teman Kebaikan, serta menjadi bagian dari doa dan dukungan untuk keselamatan, kedamaian, dan kehidupan yang lebih baik bagi Palestina.

Cerita kebaikan ini masih terus berjalan. Kamu dapat mengambil bagian di dalamnya melalui donasi untuk Palestina bersama TemanBaik.

Semarak Idul Adha di Palestina Bersama TemanBaik dan Keluarga di Palestina

Teman Baik menyalurkan amanah qurban untuk pengungsi Palestina yang berada di kamp pengungsian kawasan 10th of Ramadan City, Al Obour, Mesir, pada 29 Mei 2026. Penyaluran ini merupakan bagian dari program Qurban Maksimalkan Kebaikan 2026 yang dihadirkan untuk memperluas manfaat qurban bagi masyarakat terdampak krisis kemanusiaan.

Warga Palestina yang berada di pengungsian masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Dalam kondisi tersebut, qurban tidak hanya menjadi bagian dari ibadah Iduladha, tetapi juga bentuk kepedulian dan solidaritas bagi mereka yang masih berjuang di tengah situasi sulit.

Dalam penyaluran ini, Teman Baik tidak hanya membagikan daging qurban kepada para penerima manfaat. Setiap keluarga juga mendapatkan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok harian, seperti beras, minyak goreng, aneka kacang-kacangan, serta bumbu dan bahan masakan yang umum digunakan oleh keluarga Palestina, khususnya warga Gaza.

Pendistribusian Daging Qurban Palestina

Pendistribusian Daging Qurban PalestinaPaket pangan tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat dalam beberapa waktu ke depan. Dengan adanya tambahan bantuan sembako, manfaat qurban diharapkan tidak hanya dirasakan pada momen hari raya, tetapi juga dapat membantu meringankan kebutuhan harian para pengungsi.

Manajer Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan bahwa penyaluran qurban untuk pengungsi Palestina menjadi bagian dari komitmen Teman Baik dalam menghadirkan bantuan yang tepat sasaran dan berdampak langsung.

“Melalui program Qurban Maksimalkan Kebaikan 2026, Teman Baik ingin memastikan amanah qurban dari para pekurban dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Untuk pengungsi Palestina, bantuan ini tidak hanya berupa daging qurban, tetapi juga dilengkapi dengan paket pangan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh keluarga penerima manfaat,” ujar Muhammad Pungky.

Pungky menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat bagi pengungsi Palestina yang masih menghadapi keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.

“Setiap paket bantuan yang diterima bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membawa pesan kepedulian. Kami berharap bantuan ini dapat menghadirkan sedikit kebahagiaan, menguatkan harapan, dan menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri,” tambahnya.

Perjalanan kebaikan ini masih terus berlanjut. Mari ambil bagian dalam menghadirkan manfaat pangan bagi saudara-saudara kita di Palestina melalui qurban bersama TemanBaik.

20.000 Liter Bantuan Air Bersih Gaza Disalurkan TemanBaik di Tengah Krisis Kemanusiaan

Gaza Utara — Teman Baik menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa air bersih layak minum sebanyak 20.000 liter untuk masyarakat terdampak di Gaza Utara pada 11 Mei 2026. Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan lima truk tangki air ke sejumlah wilayah terdampak dan pusat pengungsian.

Penyaluran air bersih ini dilakukan di tiga titik utama, yakni Pusat Pengungsian Al-Tahrir sebanyak dua truk, wilayah Al-Shuja’iya sebanyak dua truk, serta Pusat Pengungsian Al-Aidun sebanyak satu truk. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya keluarga-keluarga yang berada di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak krisis kemanusiaan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.000 keluarga menerima manfaat dari distribusi air bersih layak minum. Kehadiran bantuan ini menjadi sangat penting mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi darurat yang membatasi akses warga terhadap sumber air yang aman dan layak konsumsi.

Distribusi dilakukan dengan menggunakan truk tangki agar air dapat menjangkau warga di sejumlah titik yang membutuhkan. Warga di lokasi penerima manfaat tampak mengantre secara tertib untuk mendapatkan pasokan air bersih yang kemudian digunakan untuk kebutuhan minum dan keperluan harian keluarga.

Teman Baik menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan untuk membantu masyarakat Gaza yang masih menghadapi kondisi sulit. Dukungan para Teman Kebaikan menjadi bagian penting dalam terlaksananya penyaluran bantuan ini.

Manajer Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa bantuan air bersih ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata masyarakat Indonesia terhadap warga Gaza Utara.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar bagi setiap keluarga. Melalui penyaluran 20.000 liter air layak minum ini, kami berharap warga Gaza Utara, khususnya yang berada di pusat pengungsian dan wilayah terdampak, dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan harian mereka,” ujar Muhammad Pungky.

Ia menambahkan, Teman Baik akan terus berupaya menyalurkan amanah kebaikan dari masyarakat Indonesia kepada warga yang membutuhkan, baik di Gaza maupun wilayah kemanusiaan lainnya.

“Setiap liter air yang tersalurkan bukan hanya membawa manfaat, tetapi juga menjadi tanda bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak sendiri. Ada kepedulian dari masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk mereka,” tambahnya.

Melalui penyaluran ini, TemanBaik berharap bantuan air bersih dapat membantu meringankan beban warga Gaza Utara. Bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, air bukan sekadar kebutuhan, tetapi bagian penting untuk bertahan dan menjaga kesehatan. Ulurkan kepedulianmu untuk membantu menghadirkan air bersih bagi Palestina melalui TemanBaik.id.

Kado Lebaran Palestina untuk Keluarga Pengungsi di Gaza Utara Bersama TemanBaik

Ramadan selalu menjadi momen yang penuh makna untuk berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai kemanusiaan semakin terasa, terutama ketika melihat kondisi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Di Palestina, khususnya di wilayah Gaza Utara, ribuan keluarga masih harus menjalani hari-hari di pengungsian dengan akses yang sangat terbatas terhadap kebutuhan dasar.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan akan bahan pokok menjadi semakin mendesak bagi para keluarga pengungsi. Banyak di antara mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi yang serba sulit dan tidak menentu. Situasi ini mendorong hadirnya berbagai aksi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban mereka.

Dalam semangat tersebut, Teman Baik menghadirkan program Kado Lebaran Palestina yang dilaksanakan pada 22 Maret 2026. Program ini diwujudkan melalui penyaluran paket sembako kepada keluarga terdampak di wilayah pengungsian. Bantuan ini menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di dua titik pusat pengungsian di Gaza Utara, yaitu Pusat Pengungsian Umm Al-Qura dan Pusat Pengungsian Tal Al-Islam. Sebanyak 82 keluarga menerima manfaat dari program ini dengan paket kebutuhan pokok yang disalurkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan mereka dalam menyambut hari raya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Teman Baik bersama para relawan dengan dukungan penuh dari para donatur yang dikenal sebagai Teman Kebaikan. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan lintas batas yang menghadirkan manfaat langsung. Dukungan dari berbagai pihak memungkinkan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Di tengah keterbatasan yang ada, proses penyaluran bantuan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan rasa kepedulian. Para relawan berinteraksi langsung dengan penerima manfaat, memastikan bantuan diterima dengan baik. Kehadiran relawan juga menghadirkan kehangatan dan perhatian di tengah situasi yang tidak mudah.

Salah satu relawan Teman Baik yang berada di lokasi menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan materi. Lebih dari itu, kegiatan ini juga membawa pesan kepedulian dan kebersamaan.

“Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi saudara-saudara kita di Palestina, terutama menjelang Idul Fitri. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban mereka dan menguatkan bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya.

Suasana haru terasa ketika paket sembako mulai dibagikan kepada para keluarga pengungsi. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti di tengah kondisi yang penuh keterbatasan.

Senyum dan rasa syukur dari para penerima manfaat menjadi gambaran nyata dampak dari program ini. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk menyambut Idul Fitri. Terima kasih kepada semua yang telah peduli kepada kami di sini,” tuturnya dengan penuh haru.

Program Kado Lebaran Palestina tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok semata. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menghadirkan harapan dan kebahagiaan di tengah situasi yang sulit. Kehadiran bantuan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian dapat menjangkau siapa saja tanpa mengenal batas wilayah.

Melalui program ini, Teman Baik berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi di momen yang penuh berkah. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Teman Baik dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, TemanBaik menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan Teman Kebaikan yang telah menitipkan kepedulian untuk keluarga pengungsi di Gaza Utara. Setiap dukungan telah menjadi bagian dari manfaat yang mereka rasakan di tengah situasi yang tidak mudah. Kepedulianmu masih dapat menjadi bagian dari cerita kebaikan berikutnya melalui TemanBaik.

Berbagi Iftar Palestina, TemanBaik Hadirkan Kehangatan Ramadan di Gaza

Ramadan selalu menghadirkan harapan, bahkan di tengah situasi yang penuh keterbatasan. Bagi masyarakat yang hidup dalam bayang-bayang konflik dan krisis kemanusiaan, momen berbuka puasa bersama menjadi ruang sederhana yang menghadirkan kehangatan serta pengingat bahwa masih banyak tangan kebaikan yang peduli.

Dalam semangat solidaritas tersebut, Teman Baik menghadirkan program “Berbagi Iftar dari Teman Baik untuk Palestina.” Program ini menyalurkan hidangan berbuka puasa bagi masyarakat di Gaza City, tepatnya di Mahad Yatim Al Amal yang berada di wilayah utara Gaza.

Kegiatan penyaluran iftar dilaksanakan pada 22 Februari 2026 dengan menghadirkan 500 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan Teman Baik untuk menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi masyarakat Palestina yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Para relawan yang bertugas di lapangan mulai menyiapkan hidangan berbuka sejak siang hari di dapur umum yang telah disediakan. Menu berbuka terdiri dari nasi hangat dan lauk daging sapi, yang dimasak langsung oleh para relawan sebelum dibagikan kepada para penerima manfaat menjelang waktu berbuka.

Salah satu relawan Teman Baik yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa program berbagi iftar ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat Gaza yang tengah menjalani hari-hari penuh tantangan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi warga Gaza. Meski sederhana, kami berharap hidangan berbuka puasa ini dapat memberikan kehangatan dan menjadi pengingat bahwa banyak orang yang peduli kepada mereka,” ujar salah satu relawan Teman Baik.

Menjelang waktu berbuka puasa, halaman Mahad Yatim Al Amal mulai dipenuhi oleh warga yang datang bersama keluarga mereka. Anak-anak tampak berkumpul dengan penuh antusias menunggu waktu berbuka.

Untuk menambah keceriaan, kegiatan berbagi iftar ini juga menghadirkan hiburan sederhana berupa pertunjukan aksi badut yang menghibur anak-anak. Tawa dan senyum anak-anak Gaza menjadi momen berharga di tengah situasi duka yang masih mereka rasakan.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, para warga duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan. Suasana berbuka berlangsung hangat dan penuh rasa syukur, menghadirkan kebersamaan di antara para penerima manfaat dan relawan yang terlibat.

Salah satu penerima manfaat, seorang warga Gaza juga, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan melalui kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Teman Baik dan para donatur yang telah membantu kami. Hidangan berbuka ini sangat berarti bagi keluarga kami, dan kegiatan seperti ini membuat kami merasa tidak sendirian,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Gaza, program berbagi iftar ini bukan hanya sekadar bantuan makanan. Kehadiran kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang menghadirkan harapan bagi warga di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

Teman Baik berharap kegiatan ini dapat terus menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi masyarakat Palestina, sekaligus mempererat kepedulian kemanusiaan dari berbagai pihak.

Teman Baik juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan para Teman Kebaikan yang telah membersamai program ini. Dukungan dan kepedulian yang diberikan telah membantu menghadirkan kebahagiaan bagi ratusan warga di Gaza.

Semoga setiap kebaikan yang telah disalurkan menjadi amal yang penuh keberkahan serta terus menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina.

Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari cerita kebaikan yang sampai kepada masyarakat. Kini, giliran kebaikanmu untuk ikut mengambil bagian. Hadirkan dukungan terbaikmu melalui TemanBaik.id dan bantu wujudkan lebih banyak manfaat bagi sesama.

Teman Baik Bantu Kebutuhan Pengungsi di Gaza melalui Distribusi 32.000 Liter Air Bersih

Krisis kemanusiaan di Gaza memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Rusaknya jaringan air, terbatasnya akses bantuan, serta tingginya kebutuhan di kamp-kamp pengungsian membuat ribuan keluarga berjuang tanpa pasokan air layak minum.

Kondisi ini memaksa sebagian warga menggunakan air yang tidak memenuhi standar kesehatan, sehingga risiko penyakit meningkat setiap hari. Dalam situasi seperti ini, ketersediaan air bersih bukan lagi sekadar kebutuhan dasar, tetapi menjadi penentu keselamatan hidup.

Menanggapi kondisi tersebut, Teman Baik kembali bergerak menyalurkan bantuan air bersih pada Senin, 10 November 2025, dengan fokus distribusi di Gaza Selatan, salah satu wilayah yang mengalami krisis air paling parah. Sebanyak 8 mobil tangki air dikerahkan untuk menjangkau empat kamp pengungsian utama: Kamp Al-Furat, Kamp Shabirun, Kamp Palestina, dan Kamp Al-Ahrar.

Dari aksi kemanusiaan ini, Teman Baik berhasil mendistribusikan 32.000 liter air layak konsumsi kepada 1.600 keluarga. Air tersebut membantu memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi. Hal yang sangat sulit dipenuhi sejak infrastruktur air setempat hancur akibat konflik berkepanjangan .

General Manager Teman Baik, Dedi Setiawan, menegaskan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan bagian dari komitmen moral dan kemanusiaan yang terus dijaga oleh Teman Baik.

Di Gaza hari ini, air bersih adalah kemewahan sekaligus kebutuhan paling genting. Setiap liter yang kami salurkan membawa pesan bahwa masyarakat Indonesia masih setia berdiri di sisi warga Palestina. Selama harapan itu ada, kami akan terus memastikan bantuan sampai kepada mereka,” ujar Dedi Setiawan.

Di tengah keterbatasan yang masih melanda Gaza, distribusi air bersih ini memberikan bantuan nyata bagi ribuan keluarga yang berusaha bertahan dalam situasi sulit. Air layak konsumsi yang dibagikan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka, mulai dari minum, memasak, hingga menjaga kebersihan sehari-hari.

Menutup pernyataannya, Dedi mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas dan memberikan dukungan berkelanjutan bagi Palestina.

“Perjalanan ini belum selesai. Selama Gaza masih membutuhkan, kita tidak boleh berhenti. Mari bersama-sama terus menebar kebaikan, menjaga harapan, dan menghadirkan kehidupan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” tutupnya.

Teman Baik Kembali Salurkan Amanah Kebaikan Warga Indonesia, Berupa Paket Makanan Hangat untuk Warga Gaza

Di tengah situasi pascagencatan senjata tahap pertama, Teman Baik kembali menyalurkan amanah kebaikan dari para donatur Indonesia berupa makanan hangat bagi warga Gaza yang masih terdampak konflik berkepanjangan.

Penyaluran dilakukan pada Minggu, 19 Oktober 2025, melalui kerja sama dengan mitra relawan kemanusiaan di Gaza. Sebanyak 3.000 pengungsi yang tersebar di wilayah Jalur Gaza Pusat dan Gaza Selatan, tepatnya di Kamp Al-Quds, menerima paket makanan siap saji berisi nasi, sayuran, sup lentil, dan pasta hangat.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Teman Baik untuk terus membersamai saudara saudara di Palestina, meskipun tantangan distribusi semakin berat akibat keterbatasan akses kemanusiaan dan situasi keamanan yang tidak menentu.

Meski gencatan senjata tahap pertama telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025, kondisi di lapangan masih sangat rapuh. Serangan dari Zionis Israel terus berlanjut dan menargetkan sejumlah wilayah di Gaza, memperpanjang penderitaan warga sipil yang telah lama terjebak dalam krisis kemanusiaan.

Keadaan di Gaza masih jauh dari kata normal, penyaluran bantuan ini menghadirkan secercah kebahagiaan bagi ribuan pengungsi yang antre dengan sabar di dapur darurat. Melalui dapur yang dikelola mitra relawan Teman Baik, makanan disiapkan dalam porsi terukur agar seluruh penerima manfaat dapat menikmatinya secara adil dan merata.

Dedi Setiawan, selaku General Manager Teman Baik, menjelaskan bahwa lembaga memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk memastikan setiap amanah donatur tersampaikan dengan tepat sasaran dan penuh transparansi. Program makanan hangat ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Teman Baik dalam mendukung kelangsungan hidup warga Palestina di tengah keterbatasan.

“Kami menyadari bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Palestina yang berjuang untuk bertahan hidup. Karena itu, amanah dari para donatur adalah tanggung jawab besar yang akan terus kami jaga dengan komitmen, ketulusan, dan kejujuran,” tegas Dedi Setiawan.

Kehadiran makanan hangat di tengah kondisi sulit ini membawa sedikit kehangatan dan harapan baru bagi para pengungsi. Anak-anak yang semula murung tampak kembali tersenyum, sementara para orang tua merasa lega melihat keluarganya menikmati hidangan sederhana namun sarat makna kemanusiaan.

Teman Baik percaya bahwa setiap aksi kebaikan adalah bentuk nyata dari harapan yang hidup. Melalui dukungan masyarakat Indonesia, Teman Baik berkomitmen untuk terus menghadirkan bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

Di Tengah Krisis Air, Teman Baik Hadirkan 10.000 Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gaza

Sejak Oktober 2023, krisis kemanusiaan di Jalur Gaza akibat agresi Israel masih belum menunjukkan tanda berakhir. Jutaan warga Palestina terus hidup dalam penderitaan, bukan hanya karena sulitnya akses pangan, tetapi juga keterbatasan air bersih yang semakin memperparah kondisi mereka.

Akses terhadap air bersih di Gaza menjadi sangat terbatas karena lingkungan pengungsian yang padat, minim sanitasi, serta cuaca panas berdebu yang ekstrem. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, dan kebersihan dasar menjadi sangat mendesak.

Dalam situasi darurat tersebut, Teman Baik hadir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 10.000 liter air bersih kepada warga di Kamp Pengungsian Al Nasr, Gaza Utara. Bantuan ini disalurkan pada 12 September 2025 dan menjangkau sekitar 1.000 penerima manfaat,

“Air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tapi juga penyelamat hidup. Karena air menjadi benteng pertama melawan penyakit yang mengancam di pengungsian. Melalui distribusi ini, kami berharap bisa sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang harus hidup dalam keterbatasan dan terputus dari sumber air layak,” ujar Dedi, Manager Teman Baik.

Bagi para pengungsi, bantuan air bersih bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa harapan bahwa dunia tidak menutup mata terhadap penderitaan mereka. Program ini menjadi simbol solidaritas kemanusiaan yang mengalir menembus batas wilayah dan perbedaan.

Teman Baik berkomitmen untuk terus menghadirkan bantuan nyata bagi rakyat Palestina di tengah situasi konflik yang berkepanjangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang selalu mendukung program  kemanusiaan untuk Palestina melalui Teman Baik. Semoga setiap tetes air yang tersalurkan menjadi amal jariyah yang membawa berkah, baik bagi penerima maupun pemberi,” tambah Dedi.

Melalui program Bantuan Air Bersih untuk Palestina, Teman Baik mengajak masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam aksi nyata kemanusiaan. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang kini hidup dalam kondisi penuh keterbatasan.

Mari bersama Teman Baik, kita terus alirkan harapan bagi Gaza. Karena di tengah kegelapan konflik, setetes air bersih bisa menjadi cahaya kehidupan.

Ribuan Anak Yatim di Gaza Terancam Kelaparan, Teman Baik Salurkan Paket Makanan di Tengah Krisis

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian mengkhawatirkan. Serangan berkepanjangan tidak hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga meninggalkan jejak luka terdalam, puluhan ribu anak yang kini hidup sebagai yatim piatu. Menurut laporan lembaga kemanusiaan internasional, lebih dari 17.000 anak di Gaza telah kehilangan satu atau kedua orang tuanya sejak konflik memanas, sebagian besar kini tinggal di penampungan yang serba terbatas. Kelangkaan makanan dan lonjakan harga kebutuhan pokok membuat kehidupan mereka semakin berat. Di beberapa wilayah, anak-anak hanya makan sekali sehari, bahkan ada yang bertahan dengan sepotong roti untuk dua hari. Melihat kondisi ini, Teman Baik menyalurkan bantuan paket makanan untuk anak yatim dan keluarga rentan di Pusat Penampungan Utara, Tel Al-Hawa, Jalur Gaza Utara, awal Agustus ini.

“Di tengah konflik yang belum mereda, kelangkaan makanan adalah ancaman nyata bagi kelangsungan hidup anak-anak yatim. Kami ingin memastikan mereka tetap memiliki asupan layak untuk bertahan,” ujar Dedi, Manager Teman Baik. Paket bantuan berisi beras, terong, daun molokhia, cabai hijau, dan tomat, bahan sederhana namun bisa diolah menjadi makanan bergizi.

Seorang relawan lokal menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan itu. “Banyak keluarga yang sudah berhari-hari hanya makan sekali. Paket ini seperti oase di tengah padang pasir. Anak-anak tersenyum lagi, walau hanya untuk sejenak.” Teman Baik menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi rakyat Palestina, “Selama masih ada saudara kita yang kelaparan, kita tidak boleh tinggal diam. Bantuan ini hanyalah awal, InsyaAllah akan terus berlanjut,” tutup Dedi.

TemanBaik Salurkan Bantuan Pangan dan Kebutuhan Pokok untuk Ribuan Warga Terdampak di Gaza Palestina

Perang di Palestina masih menjadi sorotan dunia.

Serangan bertubi-tubi dari militer Israel tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga terus melumpuhkan layanan kemanusiaan.

Di tengah kondisi yang kian terhimpit itu, TemanBaik.id menyalurkan bantuan kepada 2.100 warga terdampak di Gaza, sebagai bentuk solidaritas nyata dari masyarakat Indonesia.

Bantuan disalurkan melalui dua program kemanusiaan, yakni Kado Lebaran Palestina dan Paket Pangan Palestina.

Sasaran penyaluran mencakup wilayah Ramla di Gaza Utara, serta pusat penampungan Ibnu Al-Haytam dan Al-Hasimiyah di Jalur Gaza bagian utara.

“Total ada 100 keluarga dan 2.000 individu yang menerima bantuan, berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok,” ujar Manajer TemanBaik, Dedi Setiawan, dalam rilis yang diterima pada Jumat (16/5/2025).

Ia menjelaskan, TemanBaik.id, adalah platform digital kolaborasi sosial yang dikelola oleh Yayasan Teman Jalan Kebaikan yang menghimpun dana dari masyarakat dan terus berupaya menjadi jembatan antara para dermawan dan pihak yang membutuhkan.

Ia menuturkan, langkah ini merupakan panggilan nurani atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung.

“Melihat penderitaan yang tak kunjung usai di Palestina, anak-anak yang kehilangan keluarga, ibu-ibu yang bertahan di reruntuhan rumah, hati kami tak sanggup diam. TemanBaik hadir bukan hanya sebagai lembaga, tapi sebagai sahabat yang mengulurkan tangan. Penyaluran bantuan ini adalah suara solidaritas, doa yang diwujudkan, dan harapan yang dikirim dari Indonesia untuk Palestina,” ujar Dedi.

Tragedi terbaru yang memperparah situasi kemanusiaan datang dari laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (15/5/2025).

Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, satu-satunya rumah sakit spesialis jantung dan kanker di Gaza, dinyatakan tak lagi beroperasi akibat serangan Israel.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan, rumah sakit mengalami kerusakan berat dan seluruh staf medis telah dievakuasi ke Kompleks Medis Nasser, satu-satunya rumah sakit yang kini masih berfungsi di Gaza Selatan

Tak berhenti di sana, serangan udara Israel juga merusak sebagian Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, bersamaan dengan peringatan Nakba, 15 Mei 2025 lalu, momen yang menandai terusirnya jutaan warga Palestina sejak 1948.

“Sejak awal kami percaya bahwa setiap orang bisa menjadi teman baik, teman yang peduli, hadir, dan bertindak. TemanBaik.id menjadi ruang gotong royong digital, tempat kebaikan tumbuh dan harapan dijaga bersama,” tambah Dedi.

Dalam suasana yang penuh duka, uluran tangan dari Indonesia melalui TemanBaik.id menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas negara.

Bantuan mungkin tidak menghentikan serangan, tetapi mampu menyalakan kembali harapan di tengah puing-puing kehidupan.