Teman Baik Berkolaborasi dengan Ruang Baca Salurkan Buku bagi Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang meninggalkan dampak yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara psikologis, terutama bagi anak-anak. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan dukungan pemulihan menjadi hal yang penting, termasuk dalam menjaga semangat belajar dan keceriaan anak-anak pascabencana.

 

Anak-anak yang terdampak bencana kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap sarana belajar, termasuk buku bacaan. Padahal, buku tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi sarana hiburan seka ligus pemulihan emosional di tengah situasi sulit.

 

Dalam upaya menghadirkan dukungan tersebut, Teman Baik berkolaborasi dengan Ruang Baca menggelar program penyaluran buku pada 28 Maret 2026 di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Program ini difokuskan bagi anak-anak penyintas banjir yang berada di wilayah terdampak.

 

Kegiatan penyaluran dilakukan di dua desa yang sebelumnya terdampak banjir, yaitu Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja. Melalui program ini, anak-anak menerima buku bacaan yang diharapkan dapat membantu mengembalikan semangat belajar sekaligus menghadirkan keceriaan di tengah masa pemulihan.

 

Program ini terlaksana berkat kolaborasi antara Teman Baik, Ruang Baca, serta dukungan dari para donatur yang tergabung sebagai Teman Kebaikan. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih pascabencana.

 

Dalam pelaksanaannya, relawan tidak hanya menyalurkan buku, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak. Suasana hangat dan penuh keceriaan tercipta saat anak-anak mulai membuka dan membaca buku yang mereka terima.

Manager Teman Baik, Pungky, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung pemulihan anak-anak secara menyeluruh.

 

“Kami percaya bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya tentang bantuan fisik, tetapi juga dukungan untuk mental dan semangat anak-anak. Melalui buku, kami ingin menghadirkan harapan, keceriaan, dan ruang belajar bagi mereka,” ujar Pungky.

 

Antusiasme terlihat jelas dari anak-anak yang menerima bantuan. Bagi mereka, buku yang diberikan bukan sekadar barang, tetapi juga sumber kebahagiaan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

 

Salah satu anak penerima manfaat mengungkapkan rasa senangnya saat menerima buku tersebut. “Senang sekali dapat buku baru. Saya jadi bisa membaca dan belajar lagi bersama teman-teman,” ucapnya dengan wajah ceria.

 

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi langkah kecil dalam membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih semangat. Buku-buku yang disalurkan diharapkan dapat menjadi teman baru bagi anak-anak dalam mengisi hari-hari mereka.

 

Teman Baik berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pemulihan anak-anak penyintas bencana di berbagai wilayah.

 

Di akhir kegiatan, Teman Baik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur serta Teman Kebaikan yang telah berkontribusi dalam program ini. Dukungan yang diberikan telah menghadirkan manfaat nyata serta membawa semangat baru bagi anak-anak di Aceh Tamiang.

Teman Baik Bangun Dua Sumur Bor untuk Hadirkan Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Teman Baik terus berupaya membantu masyarakat penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun dua titik sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

 

Pembangunan fasilitas air bersih tersebut dilakukan di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja, dua wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dan mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas air bersih.

 

Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan beberapa sumber air warga tidak dapat digunakan secara optimal. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan mandi.

 

Melihat kondisi tersebut, Teman Baik menghadirkan pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali akses air bersih yang layak.

Selain pembangunan sumur bor, Teman Baik juga menyalurkan bantuan hygiene kit kepada warga. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan diri serta lingkungan, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

 

Kehadiran fasilitas air bersih ini juga menjadi sangat penting bagi masyarakat yang sedang menjalani ibadah di bulan Ramadan. Dengan tersedianya air bersih, warga dapat lebih mudah menjaga kebersihan diri serta melaksanakan ibadah seperti berwudu dan kegiatan ibadah lainnya dengan lebih nyaman.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya setelah terjadinya bencana.

 

“Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kesehatan masyarakat. Setelah bencana terjadi, akses terhadap air bersih sering kali menjadi salah satu tantangan yang dihadapi warga. Melalui pembangunan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses air bersih yang aman sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih baik,” ujar Pungky.

Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas air bersih tersebut juga sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat menjalani ibadah di bulan Ramadan.

 

“Kami berharap sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air bersih ini juga dapat membantu warga menjaga kebersihan dan menjalankan ibadah dengan lebih tenang selama Ramadan,” tambahnya.

 

Kehadiran fasilitas air bersih tersebut disambut baik oleh masyarakat. Salah satu warga Desa Benua Raja, Khusnul, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

 

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Teman Baik dan para donatur. Setelah banjir kemarin kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk keluarga kami menjadi jauh lebih mudah dan kami juga bisa menggunakan air bersih untuk berwudu serta menjalankan ibadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.

 

Melalui pembangunan fasilitas air bersih ini, Teman Baik berharap masyarakat di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat, nyaman, serta memiliki akses air bersih yang memadai.

Berbagi Iftar dari Teman Baik untuk Palestina Hadirkan Kehangatan Ramadan bagi Warga Gaza

Ramadan selalu menghadirkan harapan, bahkan di tengah situasi yang penuh keterbatasan. Bagi masyarakat yang hidup dalam bayang-bayang konflik dan krisis kemanusiaan, momen berbuka puasa bersama menjadi ruang sederhana yang menghadirkan kehangatan serta pengingat bahwa masih banyak tangan kebaikan yang peduli.

 

Dalam semangat solidaritas tersebut, Teman Baik menghadirkan program “Berbagi Iftar dari Teman Baik untuk Palestina.” Program ini menyalurkan hidangan berbuka puasa bagi masyarakat di Gaza City, tepatnya di Mahad Yatim Al Amal yang berada di wilayah utara Gaza.

 

Kegiatan penyaluran iftar dilaksanakan pada 22 Februari 2026 dengan menghadirkan 500 porsi hidangan berbuka puasa bagi warga yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan Teman Baik untuk menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi masyarakat Palestina yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

 

Para relawan yang bertugas di lapangan mulai menyiapkan hidangan berbuka sejak siang hari di dapur umum yang telah disediakan. Menu berbuka terdiri dari nasi hangat dan lauk daging sapi, yang dimasak langsung oleh para relawan sebelum dibagikan kepada para penerima manfaat menjelang waktu berbuka.

Salah satu relawan Teman Baik yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa program berbagi iftar ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat Gaza yang tengah menjalani hari-hari penuh tantangan.

 

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi warga Gaza. Meski sederhana, kami berharap hidangan berbuka puasa ini dapat memberikan kehangatan dan menjadi pengingat bahwa banyak orang yang peduli kepada mereka,” ujar salah satu relawan Teman Baik.

 

Menjelang waktu berbuka puasa, halaman Mahad Yatim Al Amal mulai dipenuhi oleh warga yang datang bersama keluarga mereka. Anak-anak tampak berkumpul dengan penuh antusias menunggu waktu berbuka.

 

Untuk menambah keceriaan, kegiatan berbagi iftar ini juga menghadirkan hiburan sederhana berupa pertunjukan aksi badut yang menghibur anak-anak. Tawa dan senyum anak-anak Gaza menjadi momen berharga di tengah situasi duka yang masih mereka rasakan.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, para warga duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan. Suasana berbuka berlangsung hangat dan penuh rasa syukur, menghadirkan kebersamaan di antara para penerima manfaat dan relawan yang terlibat.

 

Salah satu penerima manfaat, seorang warga Gaza juga, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan melalui kegiatan tersebut.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Teman Baik dan para donatur yang telah membantu kami. Hidangan berbuka ini sangat berarti bagi keluarga kami, dan kegiatan seperti ini membuat kami merasa tidak sendirian,” ungkapnya.

 

Bagi masyarakat Gaza, program berbagi iftar ini bukan hanya sekadar bantuan makanan. Kehadiran kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang menghadirkan harapan bagi warga di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

 

Teman Baik berharap kegiatan ini dapat terus menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi masyarakat Palestina, sekaligus mempererat kepedulian kemanusiaan dari berbagai pihak.

 

Teman Baik juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan para Teman Kebaikan yang telah membersamai program ini. Dukungan dan kepedulian yang diberikan telah membantu menghadirkan kebahagiaan bagi ratusan warga di Gaza.

 

Semoga setiap kebaikan yang telah disalurkan menjadi amal yang penuh keberkahan serta terus menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina.

 

Teman Baik berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan penerima manfaat di berbagai penjuru dunia.

Teman Baik Salurkan Hidangan Berbuka Puasa dan Mushaf Al-Qur’an bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, relawan Teman Baik menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

 

Penyaluran bantuan dilakukan pada 5 Maret 2025 di Kota Lintang Bawah dan Kota Lintang Atas, Aceh Tamiang. Bantuan yang diberikan berupa hidangan berbuka puasa, susu untuk anak-anak, serta mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra untuk mendukung kegiatan ibadah dan belajar mengaji selama Ramadan.

 

Program ini dihadirkan untuk membantu masyarakat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang meskipun mereka masih berada dalam masa pemulihan setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut sebelumnya.

 

Menjelang waktu berbuka puasa, para relawan Teman Baik hadir langsung membagikan hidangan berbuka kepada warga yang telah berkumpul menunggu azan Magrib. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika warga dan relawan saling berbincang sambil menanti waktu berbuka.

 

Selain hidangan berbuka, anak-anak juga menerima susu untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka. Teman Baik juga menyalurkan mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra bagi anak-anak serta warga yang ingin kembali belajar membaca Al-Qur’an, terutama selama bulan Ramadan.

 

Bantuan mushaf Al-Qur’an ini menjadi sangat berarti bagi masyarakat, mengingat saat banjir melanda sebelumnya banyak mushaf Al-Qur’an milik warga yang rusak bahkan hanyut terbawa arus banjir.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih baik.

 

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan. Hidangan berbuka puasa kami bagikan agar warga dapat berbuka dengan lebih nyaman, susu diberikan untuk membantu kebutuhan gizi anak-anak, dan mushaf Al-Qur’an kami salurkan agar masyarakat dapat kembali membaca dan belajar Al-Qur’an selama Ramadan,” ujarnya.

 

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menghadirkan kembali semangat kebersamaan di tengah warga.

Salah satu warga penerima manfaat, Siti Rahmah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Teman Baik dan para donatur.

 

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Terima kasih kepada Teman Baik dan para donatur yang sudah berbagi dengan kami. Hidangan berbuka sangat membantu kami, anak-anak juga senang mendapatkan susu, dan mushaf Al-Qur’an ini bisa kami gunakan kembali untuk mengaji selama Ramadan,” ungkapnya.

 

Melalui berbagai program kemanusiaan ini, Teman Baik berharap dapat terus mendampingi masyarakat Aceh Tamiang dalam proses pemulihan pascabencana, sekaligus menghadirkan kebersamaan dan harapan bagi warga yang terdampak saat di bulan ramadhan

Teman Baik Gelar Buka Puasa dan Sahur Bersama Warga Penyintas Banjir di Desa Baling Karang, Aceh Tamiang

Ramadan selalu menjadi momen untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat saling berbagi. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan setelah bencana, kebersamaan di bulan suci menjadi penguat harapan untuk kembali bangkit.

 

Dalam semangat tersebut, Teman Baik menghadirkan kegiatan buka puasa dan sahur bersama bagi warga penyintas banjir di Desa Baling Karang, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Februari hingga 1 Maret 2025 sebagai bagian dari program dukungan psikososial tahap kedua bagi masyarakat terdampak banjir.

Program ini tidak hanya menghadirkan kebersamaan Ramadan, tetapi juga menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak dan warga yang sebelumnya mengalami situasi sulit akibat bencana. Dalam pelaksanaannya, Teman Baik berkolaborasi bersama Taman Zakat dan Komunitas Ruang Baca untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

 

Menjelang waktu berbuka puasa, anak-anak mulai berkumpul mengikuti berbagai aktivitas yang dipandu para relawan. Mereka diajak bermain bersama, belajar, mewarnai, serta mendengarkan dongeng inspiratif.

 

 

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap kegiatan, sementara para relawan berinteraksi langsung dengan warga dan keluarga yang hadir.

 

Ketika waktu berbuka tiba, warga dan relawan duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Momen kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah, pembagian perlengkapan ibadah, serta ditutup dengan sahur bersama masyarakat pada keesokan harinya.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan kembali rasa kebersamaan dan semangat bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan.

 

“Ramadan adalah waktu yang penuh makna untuk saling menguatkan. Kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan agar warga tetap dapat merasakan kehangatan Ramadan bersama, meskipun mereka sedang melalui masa pemulihan setelah bencana,” ujar Pungky.

 

Ia menambahkan bahwa kegiatan sederhana seperti berbuka puasa dan sahur bersama dapat menjadi ruang bagi warga untuk kembali berkumpul, berbagi cerita, dan membangun kembali semangat setelah masa sulit yang mereka alami.

 

Bagi masyarakat Desa Baling Karang, kehadiran kegiatan tersebut membawa kebahagiaan tersendiri.

 

Salah satu warga, Rahmat, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para relawan yang telah hadir berbagi kebersamaan dengan warga.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Teman Baik dan para relawan yang sudah datang ke desa kami. Kehadiran kegiatan ini membuat kami bisa merasakan kembali suasana Ramadan yang hangat bersama warga,” ujarnya.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Teman Baik untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui dukungan sosial yang menghadirkan kembali semangat, kebersamaan, dan harapan bagi warga untuk bangkit setelah bencana.