Surabaya, 8 Juli 2026 – Teman Baik bersama Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Bumi Bhakti Foundation, dan Yayasan Manarul Ilmi ITS resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai bentuk komitmen kolaborasi dalam program pembangunan sumur bor bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro.
Penandatanganan MoU dilaksanakandi Kantor Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Dalam kegiatan tersebut, Teman Baik diwakili oleh Muhammad Pungky selaku manajer Program. Kesepakatan ini menjadi langkah awal sinergi empat lembaga untuk menghadirkan solusi penyediaan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh akses air.

Penandatanganan (Memorandum of Understanding/MoU)
Program kolaborasi ini difokuskan di Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, salah satu wilayah yang hampir setiap tahun dilanda kekeringan saat musim kemarau. Kondisi paling terdampak berada di RT 01 dan RT 02 RW 01 Dusun Gamongan, di mana sekitar 50 kepala keluarga harus berjuang mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat musim kemarau tiba, warga terpaksa menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer menggunakan sepeda motor hanya untuk mendapatkan air bersih. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan air masyarakat juga bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.
Kondisi serupa juga dirasakan warga di RT 03 RW 01. Salah seorang warga, Siti Rusdiani, mengatakan bahwa kekeringan telah menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun. Sumur-sumur dangkal yang dimiliki warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air ketika musim kemarau tiba.
“Setiap tahun saat musim kemarau, warga di RT 03 RW 01 selalu mengalami kesulitan air bersih karena sumber air dari sumur warga mengering. Rata-rata sumur yang dimiliki hanya menggunakan pompa air dengan kedalaman sekitar 6 hingga 8 meter, sehingga tidak lagi mengeluarkan air saat kemarau. Di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat belum memungkinkan untuk membangun sumur bor dalam secara mandiri,” ungkap Rusdiani.
Melihat kondisi tersebut, keempat lembaga sepakat untuk berkolaborasi membangun sumur bor dalam sebagai solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih layak dan tidak lagi bergantung pada distribusi bantuan air setiap musim kemarau.
Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih adalah kebutuhan dasar yang seharusnya dapat diakses oleh setiap warga. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pembangunan sumur bor di Desa Gamongan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan kekeringan. Kami percaya bahwa kolaborasi antarlembaga akan menghadirkan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.”
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi awal dari sinergi empat lembaga dalam menghadirkan program kemanusiaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian masing-masing, Teman Baik, LMI, Bumi Bhakti Foundation, dan Yayasan Manarul Ilmi ITS berharap pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan sehingga warga Desa Gamongan memperoleh akses air bersih yang aman, layak, dan berkelanjutan.