Pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra, banyak keluarga penyintas masih harus bertahan dalam kondisi serba terbatas. Kerusakan lingkungan serta terganggunya aktivitas ekonomi menyebabkan akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk pangan bergizi, belum sepenuhnya pulih.
Dalam situasi tersebut, pemenuhan asupan gizi menjadi kebutuhan yang sangat penting, terutama bagi anak-anak. Tubuh yang masih dalam kondisi rentan pascabencana membutuhkan nutrisi cukup untuk menjaga daya tahan tubuh, mendukung proses pemulihan, serta mencegah risiko gangguan kesehatan di masa pemulihan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan tersebut, Teman Baik menyalurkan bantuan paket gizi pada Sabtu, 21 Desember 2025, kepada 100 anak penyintas banjir yang berada di dua posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang. Paket gizi yang disalurkan berisi sereal, biskuit, buah, telur ayam, susu, sosis, madu, serta air mineral, yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak-anak.
Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa bantuan paket gizi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan anak-anak di masa pemulihan pascabencana.
“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak pascabencana. Melalui bantuan paket gizi ini, kami ingin memastikan kebutuhan nutrisi mereka tetap terpenuhi agar daya tahan tubuh tetap terjaga dan proses pemulihan dapat berjalan lebih baik,” ujar Muhammad Pungky.
Ia menambahkan, dukungan nutrisi yang cukup sangat penting untuk mencegah penurunan kondisi kesehatan anak, terutama di lingkungan pengungsian yang masih memiliki keterbatasan akses pangan sehat dan bergizi.
Melalui program bantuan paket gizi ini, Teman Baik berharap dapat menghadirkan dampak nyata bagi anak-anak penyintas banjir, sekaligus mendorong pemulihan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Teman Baik terus berkomitmen untuk menghadirkan program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat terdampak, dengan dukungan para donatur, relawan, dan berbagai pihak.
