

Di balik puing-puing bangunan yang hancur, suara tangisan seorang ibu menggema. Ia baru saja kehilangan keluarganya—suami dan anak-anaknya yang tak bersalah. Sementara itu, seorang gadis kecil berdiri di tengah reruntuhan dengan mata penuh debu dan air mata, tubuhnya gemetar ketakutan. Ia tak tahu apakah esok masih ada kehidupan untuknya.
Jumat ini bukan sekadar hari biasa.
Bagi kita, mungkin ini hari penuh berkah, hari istimewa untuk berbagi. Namun bagi saudara-saudara kita di Palestina, ini adalah hari lain yang dipenuhi penderitaan. Mereka menanti uluran tangan, berharap ada keajaiban dari mereka yang peduli.
Akankah kita hanya menjadi penonton?
Di saat mereka kehilangan rumah, kita tidur nyenyak di tempat yang aman.
Di saat mereka tak punya makanan, kita masih bisa memilih menu makan malam.
Di saat mereka berjuang melawan keputusasaan, kita bisa memilih untuk membantu.
📢 Sedekahmu bukan sekadar donasi, ini adalah harapan!
Setiap rupiah yang kau sisihkan bisa menjadi obat bagi yang terluka, makanan bagi yang kelaparan, dan selimut bagi yang kedinginan.