🔥Di saat bumi Sudan memerah oleh darah, hanya sedekahmu yang masih bisa menghidupkan mereka dari lenyap tanpa suara. 🔥
🚨Citra satelit terbaru menampilkan garis-garis merah yang mengiris tanah Sudan, pasir yang berubah menjadi saksi bisu pembantaian massal. Tubuh-tubuh bergelimpangan, terlihat bahkan dari luar angkasa. PBB menyebutnya “pertunjukan horor dan TKP.” Ini bukan sekadar konflik. Ini bencana kemanusiaan yang menuntut hati kita tergerak.

Di el-Fasher, 250.000 jiwa masih terperangkap dalam cengkeraman perang selama 18 bulan. Pasukan RSF terus menggempur, memutus komunikasi, menghancurkan rumah, memutus harapan. Mereka yang mencoba melarikan diri justru ditembaki, warga sipil, anak-anak, keluarga yang hanya ingin hidup.

Mutaz Mohamed Musa, satu dari sedikit suara yang berhasil keluar, menggambarkan kengerian itu dengan “Mereka menembaki warga sipil secara langsung.” Suaranya menggema, tetapi di tanah Sudan, suara-suara lain telah dibungkam oleh peluru.
Mari, kita hadir sebagai harapan terakhir bagi mereka yang tak lagi punya tempat berlindung. Di tengah tanah yang memerah oleh darah, bantuanmu bisa menjadi satu-satunya alasan mereka masih bertahan sampai esok. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian saat dunia menutup mata.
⚠️Ubah rasa pedih itu menjadi aksi nyata. Inilah saatnya memberi sebelum nyawa lain hilang tanpa sempat tertolong. Salurkan bantuan terbaikmu dengan cara:
- Klik DONASI SEKARANG;
- Masukkan nominal donasi;
- Pilih metode pembayaran (Virtual Account, Transfer Bank);
- Isi data donatur;
- Lakukan transfer sesuai nominal;
- Dapatkan laporan via WhatsApp.
🙏Bersama Teman Baik, kita kirimkan kehidupan ke tanah yang hampir tak lagi punya detak. Semoga Allah menerima setiap kebaikanmu sebagai pelindung bagi mereka yang tersisa di Sudan dan sebagai keselamatan untukmu di hari ketika tak ada lagi yang bisa menolong kecuali amal. Semoga kita digolongkan sebagai orang-orang yang berdiri ketika banyak yang memilih berpaling.
Baca selengkapnya ▾