Teman Baik Salurkan Bantuan Beras untuk Kaum Dhuafa Saat Bulan Ramadhan

Dalam semangat bulan suci Ramadan, Tim Teman Baik kembali menghadirkan aksi nyata kepedulian dengan menyalurkan paket bantuan beras kepada warga dhuafa di wilayah Beringin Bendo, Taman pada Minggu, 01 Maret 2026. Penyaluran dilakukan dengan menyusuri area sekitar dan menyerahkan langsung paket beras kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Program ini dihadirkan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan pangan selama bulan puasa. Bagi keluarga dhuafa, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang perjuangan memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka di tengah keterbatasan ekonomi. Sasaran bantuan meliputi pekerja harian dengan penghasilan tidak menentu, lansia prasejahtera, serta keluarga kurang mampu yang kesulitan mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.

Bantuan beras ini diharapkan dapat menjadi penopang kebutuhan konsumsi selama beberapa hari, sehingga penerima manfaat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan layak. Di bulan yang penuh keberkahan ini, kepedulian menjadi semakin bermakna ketika mampu menghadirkan rasa aman bagi mereka yang sedang berjuang.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh empati. Senyum dan ucapan syukur warga menjadi pengingat bahwa bantuan sederhana dapat memberi arti besar, terutama di momen Ramadan yang mengajarkan tentang berbagi dan memperkuat solidaritas.

Relawan kebaikan, Silvy, menyampaikan harapannya di sela kegiatan. “Ramadan adalah bulan berbagi. Kami percaya, menghadirkan bantuan pangan bagi saudara-saudara dhuafa bukan hanya membantu kebutuhan sahur dan berbuka, tetapi juga memastikan mereka tidak merasa sendiri dalam menjalani ibadah puasa. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat dan penguat bagi mereka,” ujarnya.

 

Salah satu penerima manfaat, Ibu Siti (54), turut mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bantuan beras ini sangat berarti untuk kebutuhan puasa kami. Terima kasih kepada Teman Baik dan para donatur. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan keberkahan,” tuturnya haru.

 

Teman Baik mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menunaikan sebagian rezekinya melalui program ini. Dukungan tersebut menjadi penggerak utama terlaksananya penyaluran bantuan, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga dhuafa.

 

Melalui program ini, Teman Baik berkomitmen untuk terus memaksimalkan kebaikan di bulan suci Ramadan. Karena di bulan penuh pahala ini, setiap kepedulian yang dititipkan bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi amal jariyah yang insyaAllah terus mengalir.

Di Tengah Pemulihan Pascabanjir, Teman Baik Hadirkan Program Ruang Baca bagi Anak-Anak Aceh Tamiang

Teman Baik menghadirkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Program ini dilaksanakan pada 10–11 Februari 2025 di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja dengan melibatkan relawan serta kolaborasi bersama Komunitas Ruang Baca.

 

Kegiatan ini difokuskan untuk membantu anak-anak yang terdampak banjir agar dapat kembali merasakan rasa aman, nyaman, dan bahagia. Bagi banyak anak, pengalaman menghadapi banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan lingkungan, tetapi juga meninggalkan rasa takut dan kecemasan.

Melalui layanan psikososial ini, Teman Baik menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bermain, belajar, serta mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang menyenangkan.

 

Sejak pagi hari, puluhan anak tampak berkumpul dengan penuh rasa ingin tahu di lokasi kegiatan. Relawan Teman Baik mengajak mereka mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, belajar bersama, mewarnai, hingga mendengarkan dongeng inspiratif yang dibawakan oleh relawan.

 

 

Program ini dirancang untuk membantu anak-anak menyalurkan emosi mereka sekaligus mengurangi tekanan psikologis yang mungkin masih dirasakan setelah banjir melanda wilayah mereka beberapa waktu lalu.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menjelaskan bahwa dukungan psikososial menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascabencana, terutama bagi anak-anak yang termasuk kelompok rentan.

 

Menurutnya, pemulihan psikologis sering kali luput dari perhatian, padahal dampaknya dapat memengaruhi perkembangan anak dalam jangka panjang.

 

“Ketika bencana terjadi, yang sering terlihat adalah kerusakan rumah, jalan, atau fasilitas umum. Namun sebenarnya ada dampak lain yang tidak kalah penting, yaitu kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak,” ujar Pungky saat ditemui di sela kegiatan.

 

Selain membantu anak-anak, kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi para relawan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang menjalani masa pemulihan.

Kehadiran relawan Teman Baik juga disambut hangat oleh para orang tua. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi tanda bahwa masih ada banyak pihak yang peduli terhadap kondisi masyarakat setelah bencana.

 

Salah satu warga Desa Sungai Liput, Nuraini, mengaku sangat bersyukur anaknya dapat mengikuti kegiatan tersebut.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada relawan yang sudah datang jauh-jauh untuk menghibur anak-anak kami. Kehadiran Teman Baik memberi semangat baru bagi kami semua,” tambah Nuraini.

 

Melalui program dukungan psikososial ini, Teman Baik berharap anak-anak di Aceh Tamiang dapat kembali menjalani masa tumbuh kembang mereka dengan penuh semangat, tanpa dibayangi ketakutan akibat bencana yang pernah mereka alami.

 

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Teman Baik untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui dukungan pemulihan mental dan sosial bagi anak-anak.

Teman Baik Salurkan Paket Sembako dan Santunan Tunai untuk Anak Yatim Panti Asuhan Al-Insan Wonoayu

Dalam momentum penuh keberkahan Bulan Sya’ban sekaligus sebagai persiapan menyambut Bulan Ramadhan, Teman Baik menyalurkan bantuan paket sembako dan santunan uang tunai kepada anak-anak yatim di Panti Asuhan Al Insan, Wonoayu, pada Selasa, 3 Februari 2026. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok harian serta kebutuhan pribadi anak-anak yatim selama menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

 

Kegiatan penyaluran bantuan diawali dengan sambutan dari pengurus inti Yayasan Panti Asuhan Al Insan, Bapak Anas. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian Teman Baik yang memberikan dukungan nyata berupa paket sembako dan santunan tunai bagi anak-anak yatim.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan, baik paket sembako maupun santunan uang tunai. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak yatim, terutama menjelang Ramadhan, di mana kebutuhan mereka semakin meningkat. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak,” ujar Bapak Anas.

 

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Manajer Program Teman Baik, Muhammad Pungky. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Teman Baik untuk terus hadir membantu dan mendampingi anak-anak yatim, khususnya pada momen istimewa Bulan Sya’ban dan Ramadhan.

 

“Melalui bantuan paket sembako dan santunan tunai ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak yatim selama Ramadhan. Kami ingin mereka dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan layak, serta merasakan perhatian dan kepedulian dari banyak pihak,” tutur Muhammad Pungky.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako dan santunan uang tunai kepada anak-anak yatim Panti Asuhan Al Insan. Momen tersebut disambut dengan wajah ceria dan penuh antusias.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama anak-anak yatim. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang kegiatan, menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang yang dihadirkan Teman Baik kepada mereka.

 

Melalui kegiatan ini, Teman Baik berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban kebutuhan anak-anak yatim serta membantu mereka menjalani ibadah di bulan Ramadhan dengan lebih baik. Teman Baik terus berkomitmen menghadirkan program-program kemanusiaan yang berfokus pada kepedulian dan pemenuhan kebutuhan anak-anak yatim, dengan dukungan para donatur dan berbagai pihak yang peduli terhadap sesama.

Teman Baik Salurkan 50 Kasur Lipat dan Bantal Untuk Kelayakan Istirahat Para Penyintas di Aceh Tamiang

Kondisi pengungsian pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang masih menyisakan berbagai keterbatasan, terutama terkait kelayakan tempat istirahat bagi warga terdampak. Sejak bencana terjadi, banyak penyintas terpaksa tidur beralaskan tikar tipis bahkan lantai posko, yang berpotensi berdampak pada kesehatan dan memperlambat proses pemulihan fisik maupun psikologis.

 

Menjawab kebutuhan tersebut, Teman Baik menyalurkan sebanyak 50 paket bantuan kasur tidur lipat dan bantal kepada warga penyintas banjir di Posko Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (7/1/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar penyintas selama masa pengungsian.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa bantuan ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas istirahat warga, yang menjadi aspek penting dalam proses pemulihan pascabencana.

 

“Kondisi pengungsian membuat banyak warga kesulitan mendapatkan tempat tidur yang layak. Melalui bantuan kasur lipat dan bantal ini, kami berharap para penyintas dapat beristirahat dengan lebih nyaman sehingga kondisi fisik dan mental mereka tetap terjaga selama masa pemulihan,” ujar Muhammad Pungky.

 

Kasur lipat dan bantal tersebut disalurkan langsung oleh relawan Teman Baik di lokasi pengungsian. Penyaluran berlangsung tertib dan disambut antusias oleh warga yang sejak pagi telah menunggu bantuan tersebut.

 

Salah satu penerima manfaat, Ibu Diana, warga Desa Sungai Liput, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

 

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selama di posko, kami tidur seadanya di lantai. Dengan adanya kasur dan bantal ini, kami bisa tidur lebih nyaman dan badan terasa lebih segar. Terima kasih kepada Teman Baik yang sudah peduli dengan kondisi kami,” tuturnya.

 

Melalui penyaluran bantuan ini, Teman Baik berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas banjir sekaligus mempercepat proses pemulihan mereka. Ke depan, Teman Baik akan terus melakukan asesmen kebutuhan di lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak.

 

Teman Baik mengajak masyarakat dan para donatur untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Dukungan yang berkelanjutan menjadi kekuatan penting bagi para penyintas agar dapat melewati masa sulit dan bangkit menuju kehidupan yang lebih layak.

Teman Baik Hadirkan Bantuan Alat Sekolah dan Mushaf Al-Quran Baru bagi Anak-Anak Pascabanjir Aceh Tamiang

Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah gedung sekolah masih dipenuhi lumpur, sementara fasilitas belajar mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan. Di sisi lain, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah akibat tersapu banjir, sehingga kegiatan belajar menjadi terhambat.

 

Di tengah keterbatasan tersebut, Teman Baik menghadirkan bantuan paket alat sekolah dan mushaf Al-Qur’an sebagai upaya mendukung pemulihan pendidikan sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak terdampak bencana.

Melalui Program Bantuan Paket Sekolah dan Mushaf Al-Qur’an, Teman Baik berupaya mengembalikan rutinitas belajar yang sempat terhenti selama lebih dari satu bulan akibat banjir. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan pengungsian.

 

Sebanyak lebih dari 100 paket alat sekolah disalurkan kepada siswa SDN Inpres Sungai Liput serta anak-anak yang berada di posko pengungsian Desa Sungai Liput. Paket bantuan tersebut berisi buku tulis, alat tulis, tas sekolah, serta paket gizi berupa sereal dan biskuit, dilengkapi dengan vitamin dan suplemen anak untuk mendukung kesehatan mereka selama masa pemulihan.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai respons atas kondisi para siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah dan terhentinya proses belajar akibat bencana.


“Sebagian besar perlengkapan sekolah anak-anak hanyut terbawa banjir, sementara kegiatan belajar mereka terhenti cukup lama. Melalui bantuan ini, kami ingin membantu mereka kembali bersekolah dengan semangat baru sekaligus menjaga kesehatan mereka di tengah kondisi pascabencana yang penuh lumpur dan debu,” ujar Pungky.

Dampak positif dari program ini mulai terlihat seiring dimulainya kembali pembelajaran di sekolah darurat. Antusiasme siswa meningkat dan semangat belajar perlahan kembali tumbuh, meski masih dalam keterbatasan fasilitas.

 

Syapinah, salah satu guru di SDN Inpres Sungai Liput, menyampaikan bahwa bantuan dari Teman Baik memberikan energi positif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Anak-anak sangat senang. Bukan hanya mendapatkan alat belajar yang baru, tetapi juga makanan bergizi yang membuat mereka lebih bersemangat untuk kembali datang ke sekolah dan belajar,” ungkapnya.

 

Salah satu orang tua murid, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Setelah banjir, kami benar-benar kesulitan membeli perlengkapan sekolah baru. Bantuan dari Teman Baik sangat membantu anak kami bisa kembali belajar. Terima kasih sudah peduli dengan pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.

 

Melalui program ini, Teman Baik menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam memastikan hak anak untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Dukungan dari para donatur dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan harapan serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Aceh Tamiang.

Teman Baik Salurkan 16.000 Liter Air Bersih dan Siap Minum Untuk 2 Posko Di Aceh Tamiang

Teman Baik menyalurkan bantuan air bersih dan air siap minum bagi masyarakat yang terdampak krisis air bersih di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Selama dua hari pelaksanaan, Teman Baik menyalurkan total 16.000 liter air bersih sebagai bentuk respons cepat terhadap keterbatasan akses air yang dialami warga pascabencana banjir.

 

Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026) di Posko Pertama Desa Sungai Liput dengan distribusi sebanyak 8.000 liter air bersih. Tahap kedua dilaksanakan pada Rabu (7/1/2026) di Posko Kedua Desa Sungai Liput dengan jumlah yang sama, yakni 8.000 liter air bersih.

Bantuan air bersih dikirim menggunakan mobil tangki dan didistribusikan secara langsung oleh dua relawan Teman Baik yang berkoordinasi dengan sopir tangki air di lokasi. Seluruh proses pendistribusian berjalan tertib, aman, dan lancar hingga diterima langsung oleh warga.

 

Kedatangan truk tangki air disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi hari, warga telah menyiapkan berbagai wadah untuk menampung air bersih yang sangat dibutuhkan. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengalami keterbatasan akses air bersih akibat terganggunya sumber air pascabencana banjir.

Salah satu warga Desa Sungai Liput, Ibu Nurmala, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.


“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan air bersih dari Teman Baik. Sebelumnya, kami hanya mengandalkan air sungai dan air hujan yang ditampung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

 

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa krisis air bersih menjadi salah satu persoalan paling mendesak yang dihadapi warga pascabencana.


“Keterbatasan akses air bersih berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Melalui penyaluran 16.000 liter air bersih ini, kami berupaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan, khususnya bagi kelompok rentan,” ujar Muhammad Pungky.

 

Ia menambahkan bahwa Teman Baik akan terus melakukan pendampingan dan asesmen lanjutan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

 

Dengan dukungan para donatur, relawan, serta berbagai pihak, Teman Baik berharap bantuan air bersih ini dapat membantu masyarakat Desa Sungai Liput kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, sehat, dan layak selama masa pemulihan pascabencana.

Jaga Kesehatan Penyintas Pascabanjir, Teman Baik Gelar Bantuan Layanan Medis di Desa Sungai Liput

Memasuki fase pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan layanan publik, khususnya layanan kesehatan, menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat terdampak. Lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, keterbatasan fasilitas medis dan obat-obatan, serta meningkatnya risiko penyakit pascabanjir membuat akses layanan kesehatan menjadi sangat mendesak.

Menjawab kondisi tersebut, Teman Baik berkolaborasi bersama Taman Zakat dan RS Mata Undaan menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga penyintas banjir. Layanan ini dilaksanakan selama enam hari, mulai 1 hingga 6 Januari 2026, dan berpusat di Posko Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Program layanan kesehatan ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan di tengah keterbatasan layanan medis pascabencana. Dalam pelaksanaannya, warga memperoleh berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan, vitamin, dan obat tetes mata sesuai keluhan yang dialami.

Bantuan medis tersebut difokuskan untuk menangani penyakit yang umum muncul pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, penyakit kulit, iritasi mata akibat paparan debu dan lumpur, serta penurunan daya tahan tubuh.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa layanan kesehatan menjadi kebutuhan utama warga dalam masa pemulihan pascabencana.

“Pascabanjir, banyak warga mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Melalui layanan kesehatan ini, termasuk pemberian vitamin dan obat tetes mata, kami berupaya membantu menjaga daya tahan tubuh warga serta mencegah risiko penyakit yang lebih serius,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu penyintas banjir, Ibu Diana, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran layanan kesehatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan di posko. Selain obat, kami juga mendapatkan vitamin dan obat tetes mata. Ini sangat membantu karena setelah banjir banyak warga mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.

Melalui program layanan kesehatan ini, Teman Baik berharap dapat membantu masyarakat menjaga kondisi kesehatan selama masa pemulihan sekaligus mengurangi risiko penyakit pascabencana yang berpotensi menghambat aktivitas warga. Kehadiran layanan medis di tingkat posko menjadi bagian penting dalam memastikan penyintas dapat kembali beraktivitas secara bertahap dengan kondisi yang lebih aman dan layak.

Dukungan di Masa Pemulihan Bencana, Teman Baik Salurkan Paket Sembako dan Dirikan Dapur Umum Untuk Penyintas Banjir di Aceh

Teman Baik menyalurkan bantuan paket sembako sekaligus mendirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini dihadirkan untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat pascabencana.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada 6 Januari 2026, sebagai bagian dari rangkaian respons kemanusiaan Teman Baik terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.

Paket sembako yang disalurkan untuk 40 KK meliputi beras, minyak goreng, air mineral, susu, sarden, kornet, serta perlengkapan kebersihan (hygiene kit). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari selama masa pemulihan pascabanjir.

Selain penyaluran sembako, Teman Baik juga mendirikan dapur umum yang menyediakan makanan siap santap bagi para penyintas. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, sayuran, serta lauk pauk seperti ayam dan ikan. Seluruh makanan didistribusikan langsung kepada warga di sekitar lokasi posko yang didirikan.

Proses memasak hingga pendistribusian dilakukan secara gotong royong oleh relawan Teman Baik bersama masyarakat setempat. Keterlibatan warga lokal, khususnya para ibu di Desa Sungai Liput, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dapur umum ini. Selain mempercepat penyediaan makanan, kegiatan tersebut juga memperkuat rasa kebersamaan dan saling menguatkan di tengah situasi sulit.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa kehadiran dapur umum dan bantuan sembako merupakan bentuk pendampingan langsung agar para penyintas dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Melalui dapur umum dan penyaluran sembako ini, kami berupaya memastikan warga terdampak tetap mendapatkan makanan yang layak. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan rasa aman, kebersamaan, dan harapan agar para penyintas dapat bangkit secara perlahan,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu ibu yang tergabung dalam tim dapur umum juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran bantuan tersebut.
“Kami bersyukur bisa ikut terlibat memasak bersama relawan. Dapur umum ini sangat membantu warga, terutama untuk kebutuhan makan sehari-hari. Terima kasih kepada Teman Baik yang sudah peduli dan hadir untuk masyarakat di sini,” tuturnya.

Namun demikian, kebutuhan di lokasi pengungsian hingga saat ini masih sangat mendesak. Selain perlengkapan dapur umum, warga masih membutuhkan air bersih, hunian sementara yang layak, serta kebutuhan pribadi, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Kelompok rentan tersebut memerlukan perhatian lebih agar tetap terlindungi dan terjaga kesehatannya selama berada di pengungsian.

Teman Baik berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana, baik melalui bantuan pangan, pendampingan sosial, maupun dukungan kebutuhan dasar lainnya, guna mendukung proses pemulihan masyarakat secara menyeluruh.

Teman Baik Gelar Kegiatan Psikososial untuk Anak – Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

Teman Baik melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bagi 50 anak terdampak bencana banjir di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 4 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan pascabencana yang berfokus pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak sebagai kelompok rentan.

Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada kondisi emosional dan mental anak-anak. Pengalaman kehilangan, perubahan lingkungan secara mendadak, serta situasi darurat yang dialami berpotensi memicu tekanan psikologis apabila tidak ditangani dengan pendampingan yang tepat.

Menjawab kondisi tersebut, Teman Baik menghadirkan program dukungan psikososial dengan pendekatan ramah anak. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara positif, meredakan beban emosional, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan nyaman di tengah proses pemulihan pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 50 anak mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, kegiatan mewarnai, serta interaksi edukatif yang dipandu oleh relawan Teman Baik. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk berinteraksi, berbagi cerita, dan membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap.

Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, menyampaikan bahwa pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.

“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan ketika bencana terjadi. Melalui kegiatan dukungan psikososial ini, kami ingin membantu mereka memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, serta memberikan ruang yang sehat untuk mengekspresikan perasaan mereka. Harapannya, anak-anak dapat kembali ceria dan memiliki ketahanan psikologis yang lebih baik dalam menghadapi masa pemulihan,” ujar Muhammad Pungky.

Salah satu orang tua peserta, Riko, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kegiatan tersebut.
“Sejak banjir kemarin, anak saya sering diam dan mudah takut. Alhamdulillah setelah mengikuti kegiatan ini, dia terlihat lebih ceria dan mau bermain lagi dengan teman-temannya. Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Teman Baik karena telah peduli dengan kondisi anak-anak kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan dukungan psikososial ini, Teman Baik berharap anak-anak penyintas banjir dapat kembali merasakan keceriaan, memperoleh dukungan emosional yang memadai, serta membangun ketahanan psikologis yang lebih kuat. Program ini menjadi bagian dari komitmen Teman Baik dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga mental dan emosional.

Teman Baik Hadirkan 50 Makanan Hangat untuk Warga yang Bekerja & Beraktifitas di Desa Trosobo, Sidoarjo

Alhamdulillah, program Sedekah Pangan Berkah kembali tersalurkan pada 30 Januari 2025. TemanBaik.id melaksanakan penyaluran bantuan pangan di wilayah sekitar Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Pada kegiatan ini, bantuan yang disalurkan berupa makanan berat siap santap, sehingga dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh penerima. Program Sedekah Pangan Berkah hadir untuk menjawab kebutuhan paling mendasar: memastikan saudara-saudara kita tetap memiliki asupan makanan yang layak, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi sulit.

Kegiatan penyaluran ini merupakan wujud nyata dari kebaikan yang dititipkan oleh Teman Kebaikan. Setiap dukungan yang diberikan menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian masih terus hidup di tengah masyarakat.

TemanBaik.id mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Teman Kebaikan yang telah berpartisipasi dalam program Sedekah Pangan Berkah. Semoga setiap sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, dan terus mengalirkan manfaat bagi lebih banyak saudara kita di berbagai wilayah.